Firli Bahuri: Ada Bupati Membagi Uang Suap Ke 5 Istri Lainnya - SULSEL KINI

Rabu, 11 November 2020

Firli Bahuri: Ada Bupati Membagi Uang Suap Ke 5 Istri Lainnya

Firli Bahuri:  Ada Bupati Membagi Uang Suap Ke 5 Istri Lainnya



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para calon kepala daerah bahwa laporan korupsi oleh kepala daerah sering kali berasal dari orang-orang terdekatnya.

Hal ini dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri saat Webinar Nasional Pilkada Berintegritas 2020 yang disiarkan kanal YouTube KPK, Selasa (10/11/2020).Kata Firli Bahuri, laporan korupsi seorang kepala daerah dari wakilnya atau sekretaris daerah. Hal itu terjadi karena para wakil kepala daerah memiliki hasrat untuk menjadi kepala daerah saat kepala daerah menjadi tersangka dan ditahan oleh KPK.

Namun ada pula, disebut Firli, kepala daerah dilaporkan oleh istri sendiri lantaran sang oknum kepala daerah hanya membagikan uang haram tersebut kepada istri-istrinya yang lain. Menariknya, Firli mengungkapkan, alasan istri oknum kepala daerah yang tersangkut korupsi itu melaporkan suaminya, hanya lantaran sang istri tidak menikmati uang hasil korupsi tersebut. 

"Pengalaman empiris pak, laporan korupsi itu yang dilakukan kepala daerah pak, pasti (dilaporkan) orang terdekat. Kami ambil contoh pak, kami menangkap bupati, yang lapor istrinya. Coba pak, seorang istri melaporkan bupati yang korupsi," kata Firli

Oleh sebab itu, Firli menegaskan bahwa KPK tidak akan kesulitan untuk melacak dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah.

"Laporan korupsi itu yang dilakukan oleh kepala daerah pasti (dari) orang terdekat. Kami ambil contoh, kami menangkap bupati yang lapor istrinya, coba Pak, seorang istri melaporkan bupati yang korupsi, kira-kira apa jawabannya kenapa," tukasnya.

Pasalnya, kata Firli, istri bupati itu tidak menikmati uang dari suaminya. Sebab, uang dari bupati itu mengalir ke istri-istrinya yang lain. Karena dia hanya menerima, tapi tidak menikmati. Begitu terima uang itu langsung digeser ke istri kedua, istri ketiga, istri keempat, dan istri kelima "Dia foto pak kepada kita pak, 'ini pak uang baru diterima oleh suami saya, kemarin kampanye saya habis-habisan'," imbuhnya.

Namun Firli tidak menyebutkan detail bupati mana yang dimaksudnya. Dia menegaskan bila apa yang diceritakannya itu bukan karangan. "Ini terjadi, bukan tidak terjadi, benar terjadi, real! Jadi, yang melaporkan orang korupsi adalah orang terdekat," kata Firli.

Untuk itu, dia berharap, pembekalan yang diikuti oleh calon kepala daerah dan penyelenggara pemilu dari Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur. "Agar tak sampai tersandung kasus yang sama," pungkasnya.(Red)

BERITA TERKAIT

loading...

BERITA TERKAIT LAINNYA

© Copyright 2019 SULSEL KINI | All Right Reserved