SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA

SULSEL KINI

Ads

NASIONAL

REGIONAL

POLITIK

BERITA TNI POLRI

Minggu, 13 September 2026

Bupati Soppeng Tegaskan MBG Harus Berjalan Sesuai Mekanisme, Kebersihan dan Gizi Jadi Perhatian


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng menegaskan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu harus berjalan sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan. Kebersihan, keamanan makanan, kualitas gizi hingga ketepatan waktu penyajian menjadi perhatian utama.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Soppeng saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).

Bupati mengatakan MBG merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang memiliki tujuan besar dalam menyiapkan generasi bangsa. Karena itu, pelaksanaannya di tingkat daerah harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak yang terlibat.

“Pemerintah daerah tidak main-main dan menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Gabungan Mitra MBG untuk menyukseskan penyelenggaraan MBG di Kabupaten Soppeng,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Ia meminta mitra pelaksana memastikan empat hal utama, yakni higienitas, standar gizi yang optimal, ketepatan waktu penyajian serta kualitas bahan pangan.

Menurut Bupati, standar tersebut tidak boleh dianggap sebagai bagian administratif semata. Makanan yang disiapkan menyasar kelompok penerima manfaat yang membutuhkan asupan bergizi dan aman, mulai dari anak sekolah dan santri hingga balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Karena itu, proses penyelenggaraan MBG harus dikawal sejak bahan pangan disiapkan, makanan diolah di dapur SPPG, hingga diterima oleh penerima manfaat.

Pemkab Soppeng juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut melalui peran sebagai fasilitator sekaligus melakukan pengawasan. Dukungan itu antara lain berupa fasilitasi lahan dapur SPPG, penyediaan dan verifikasi data riil penerima manfaat, serta penyediaan laboratorium daerah untuk pengujian sampel makanan secara berkala.

Pengujian sampel dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari zat berbahaya maupun bakteri yang dapat memicu keracunan. Pengawasan berkala terhadap higienitas dan sanitasi dapur juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah.

Di tengah tuntutan menjaga kualitas tersebut, perkembangan pelaksanaan MBG di Soppeng terus berjalan. Ketua Panitia Peringatan Maulid Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, melaporkan saat ini terdapat 18 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG.

Jumlah tersebut menunjukkan cakupan pelaksanaan program yang semakin luas di daerah. Bersamaan dengan itu, kebutuhan untuk memastikan setiap dapur SPPG bekerja dengan standar yang sama juga semakin penting.

Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia.”

Tema tersebut menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam kegiatan. Semangat berbagi dipertemukan dengan tanggung jawab menyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi penerima manfaat.

Bupati juga mengaitkan momentum Maulid dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan secara profesional dan bertanggung jawab. Nilai tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Lebih jauh, Bupati menempatkan MBG sebagai investasi untuk menyiapkan generasi masa depan Soppeng. Anak-anak dari Bumi Latemmamala diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, religius, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dengan cakupan 18 SPPG yang saat ini beroperasi, Bupati meminta seluruh unsur yang terlibat menjaga kualitas pelaksanaan program. Pemerintah daerah, mitra MBG dan pihak terkait lainnya perlu memastikan program nasional tersebut benar-benar memberi manfaat kepada penerima, sekaligus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi.

Bupati mengajak seluruh pihak bergandengan tangan menyukseskan MBG secara profesional demi masa depan anak-anak Soppeng dan terwujudnya Kabupaten Soppeng yang sehat, maju, berdaya saing dan sejahtera.

PB Hawaya 💙

Kamis, 10 September 2026

Hadiri Maulid Nabi di Leworeng Bupati Soppeng Komitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat


SULSELKINI.COM SOPPENG, — Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat semangat Yassisoppengi (kebersamaan dan persatuan khas Soppeng) dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan tersebut disampaikan Suwardi Haseng saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Leworeng, Kecamatan Donri-donri, Rabu (9/9/2026) malam.


Dalam sambutannya, Bupati Suwardi menegaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberi teladan nyata tentang cara menyatukan perbedaan melalui akhlak mulia, rasa persaudaraan, dan sikap saling menghormati. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus dirawat dalam menjaga kondusivitas serta memajukan daerah.


"Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam hidup berbangsa dan bernegara. Mari bersama menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah untuk memajukan Bumi Latemmamala yang kita cintai bersama," ujar Bupati Suwardi di hadapan jamaah.


Lebih lanjut, Bupati Suwardi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Soppeng saat ini terus berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar publik, seperti percepatan pembangunan jalan dan jembatan, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga perbaikan jaringan irigasi.

Kendati demikian, Suwardi Haseng mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Partisipasi aktif dan budaya gotong royong dari warga menjadi kunci utama.


"Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat Yassisoppengi, gotong royong, dan kepedulian yang tinggi, kita memiliki fondasi yang kokoh untuk membangun daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan penuh berkah," tandasnya


Acara peringatan Maulid yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pertanian H. Asis Dahlan, Camat Donri-donri, kepala desa setempat, serta tokoh masyarakat Leworeng. 


Di akhir acara, Bupati Suwardi menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Nurul Huda dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan syiar Islam sekaligus wadah silaturahmi warga tersebut. (***).

Published Hawaya 💙

Selasa, 08 September 2026

Ketua TP PKK Soppeng Lantik Kader KISAK untuk Perkuat Kesadaran Dokumen Kependudukan


SULSELKINI.COM SOPPENG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj Suarni Suwardi, mengajak kader PKK dan Kader Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) ikut mendorong keluarga di Soppeng lebih tertib mengurus dokumen kependudukan.
Ajakan itu disampaikan Hj Suarni saat membuka Sosialisasi KISAK tingkat Kabupaten Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan pelantikan Kader KISAK yang berasal dari delapan kecamatan. Para kader itu ditetapkan melalui SK Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Nomor 06/Kep/PKK.Kab/IX/2026 tentang Penetapan Kader Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026.

Di hadapan para kader, Hj Suarni mengatakan urusan administrasi kependudukan sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Kartu Keluarga, KTP elektronik, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran hingga akta kematian menjadi dokumen yang dibutuhkan masyarakat ketika mengakses berbagai pelayanan publik.

“Kesadaran administrasi kependudukan harus kita mulai dari keluarga,” kata Hj Suarni.

Menurutnya, setiap keluarga perlu memastikan dokumen kependudukannya lengkap dan datanya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perubahan dalam keluarga juga perlu segera diikuti dengan pembaruan dokumen kependudukan.

Karena itu, ia meminta kader PKK dan Duta KISAK yang telah mendapatkan pembekalan untuk meneruskan informasi tersebut kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kepada seluruh kader PKK dan Duta KISAK, saya berharap dapat menjadi teladan, edukator, fasilitator dan penggerak bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah memberikan sambutan, Hj Suarni juga menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi tersebut. Ia membawakan materi “Penguatan Peran TP PKK dalam Mewujudkan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK)”.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran TP PKK sebagai edukator, mediator, fasilitator, penggerak dan mitra pemerintah dalam membantu keluarga memahami serta memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.
Peran kader, menurutnya, menjadi penting karena mereka berhubungan langsung dengan keluarga dan masyarakat di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.

Hj Suarni juga mengajak jajaran TP PKK memperkuat koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan serta pihak terkait lainnya agar informasi dan pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Soppeng, Musriadi, SH, MH, memberikan materi “Penguatan Kualitas Administrasi Kependudukan sebagai Pondasi Pelayanan Publik.”
Musriadi menekankan bahwa kualitas data kependudukan menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Data kependudukan bukan hanya banyak, tapi benar, aman, konsisten, dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Musriadi juga memperkenalkan sejumlah inovasi pelayanan yang dijalankan Dinas Dukcapil Soppeng. Di antaranya Bayi Lahir Pulang Bawa Akta, perekaman KTP elektronik di sekolah, penerbitan Kartu Identitas Anak melalui kerja sama dengan instansi terkait, serta perekaman KTP elektronik bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

Sosialisasi tersebut diikuti jajaran Dinas Dukcapil Soppeng, pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng, Ketua TP PKK kecamatan, kelurahan dan desa se-Kabupaten Soppeng, Ketua Pokja I TP PKK kecamatan, Duta KISAK serta calon Kader KISAK.

Melalui kegiatan itu, Hj Suarni berharap kader yang telah dilantik dan mendapatkan pembekalan dapat membawa pengetahuan tentang administrasi kependudukan ke lingkungan masing-masing.

Pesan yang dibawa dalam gerakan KISAK tersebut dirangkum dalam satu ajakan, “Satu Keluarga, Tertib Administrasi Kependudukan.”

Kegiatan tersebut dihadiri  Ketua 1 Bidang Pembinaan karakter keluarga dr. Hj. Rahmawati, M.kes.Sp.MK, Plt.Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Soppeng Musriadi, SH, MH, para staf ahli,  serta Pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng. Hadir pula Ketua TP PKK kecamatan, kelurahan dan desa se-Kabupaten Soppeng bersama anggotanya, Ketua Pokja I TP PKK kecamatan, para Duta KISAK serta Kader KISAK.

Published Hawaya 💙

Sabtu, 05 September 2026

Tuntut Efek Jera, LSM SIDIK Minta Polres Soppeng Tak Pandang Bulu Usut Kasus Eksploitasi Anak


SULSELKINI COM SOPPENG — Kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual, pelecehan fisik, hingga persetubuhan yang menimpa seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Soppeng menuai sorotan tajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SIDIK Kabupaten Soppeng meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Soppeng, untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ketua LSM SIDIK Kabupaten Soppeng, Mahmud Cambang, mengapresiasi ketegasan dan respons cepat jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng dalam membongkar praktik kejahatan terhadap anak di bawah umur tersebut. Namun, ia menegaskan proses hukum harus terus dikawal hingga tuntas, Sabtu (5/09/2026). 

"Kami mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polres Soppeng yang berhasil membongkar kasus ini. Namun, kami meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik.

Siapa pun yang terlibat, termasuk dua nama yang kini tengah dibidik, harus dibuka secara terang benderang agar masyarakat tahu penegakan hukum di Soppeng berdiri tegak," tegas Mahmud Cambang.

Ia menambahkan, penanganan tegas dan hukuman maksimal sangat krusial diberikan kepada para pelaku demi memberikan efek jera yang nyata, sekaligus mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.

Terlebih lagi, kasus yang menimpa remaja 17 tahun ini telah menyita perhatian publik luas hingga menjadi sorotan nasional.

Kejelasan penanganan perkara ini dinilai menjadi ujian penting bagi transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di wilayah Hukum Polres Soppeng dalam melindungi kelompok rentan dan anak di bawah umur. (***)

PB ya2💙

Maulid Di Mesjid Babuttaubah Pajalesang, Bupati Soppeng Tekankan Teladan Nabi dalam Piagam Madinah


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan masyarakat agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW, termasuk dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati.

Hal itu disampaikan Bupati Soppeng dalam sambutannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang.

"Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia," Ungkap Bupati Suwardi. 

Bupati Suwardi juga menyoroti keteladanan Rasulullah SAW dalam menyatukan berbagai perbedaan dan membangun harmoni di tengah masyarakat. Ia menyebut Piagam Madinah sebagai salah satu contoh bagaimana Rasulullah membangun tatanan masyarakat yang saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, sekaligus meningkatkan empati, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan.

Semangat tersebut, kata dia, penting untuk mendukung pembangunan Bumi Latemmamala.

Di hadapan jamaah Maulid, Suwardi juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Yassisoppengi, gotong royong dan kepedulian sebagai kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Soppeng agar semakin maju, berdaya saing dan penuh berkah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang dan panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari syiar Islam.

Ia berharap kegiatan Maulid yang menjadi ruang silaturahmi masyarakat itu mendapat nilai ibadah di sisi Allah SWT.

Dalam acara tersebut, Bupati Soppeng hadir bersama Camat dan unsur Forkopimca Lilirilau, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus serta panitia Masjid Babuttaubah dan jamaah.

PB ya2,💙IWO

Kecam Keras Tragedi Kekerasan Seksual di Lalabata, Tokoh Agama Soppeng Minta Polisi Usut Tuntas


SULSELKINI.COM SOPPENG — Skandal dugaan kejahatan seksual yang mengguncang Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mendadak jadi sorotan publik nasional. Kasus yang melibatkan dugaan persekongkolan banyak pelaku di sebuah hotel kawasan Jalan Merdeka, Laburawung, Kecamatan Lalabata pada Minggu malam (23/8/2026) ini memicu reaksi keras dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.


Polres Soppeng bergerak cepat dengan mengamankan delapan orang terduga pelaku berinisial A, AS, AT, B, AR, AN, H, dan R. Selain memburu dua orang terduga pelaku lainnya yang masih didalami penyidik, polisi juga memberlakukan penanganan khusus terhadap satu anak di bawah umur sesuai koridor hukum yang berlaku.


Dari tempat kejadian perkara (TKP), aparat mengamankan barang bukti kunci yang memperkuat konstruksi perkara. Pakaian milik korban. Uang tunai sebanyak 22 lembar dalam berbagai pecahan. 8 unit telepon seluler (smartphone). 1 unit SUV mewah Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi DP 1926 LI


Para tersangka kini terancam hukuman berat dengan jeratan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya Pasal 12 juncto Pasal 15 ayat (1) huruf e dan g.


Tragedi kekerasan seksual ini tidak hanya mencederai rasa kemanusiaan, tetapi juga merusak marwah daerah yang dikenal religius. Menanggapi situasi yang memanas, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Soppeng mengambil sikap tegas mendesak pengusutan tuntas tanpa pandang bulu.


Ketua PCNU Kabupaten Soppeng, Ahmad Wardiman, mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa perbuatan ini adalah kezaliman nyata yang melanggar nilai agama maupun etika sosial.


"Jika dugaan ini benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi perbuatan zalim yang mencederai nilai-nilai agama dan mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng. PCNU bersama seluruh elemen masyarakat siap mengawal proses hukum ini hingga korban mendapatkan keadilan sejati," tegas Ahmad Wardiman, Rabu (2/9/2026).


Senada dengan NU, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Soppeng, Arsyad Makmur, menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menolak keras segala bentuk normalisasi terhadap tindak kekerasan seksual.


"Muhammadiyah tidak akan pernah membenarkan atau menormalisasi pelecehan seksual. Ini adalah tindakan yang merendahkan martabat manusia. Siapa pun pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara transparan di hadapan hukum," ujar Arsyad.


Muhammadiyah juga mendesak jaminan perlindungan penuh serta pendampingan psikologis bagi korban agar terhindar dari potensi intimidasi maupun tekanan dari pihak-pihak tertentu.


Kini, publik menyoroti setiap langkah penyidikan di Polres Soppeng. Untuk menuntaskan kasus ini hingga terciptanya keadilan dalam penegakan hukum di bumi Latemmamala. (***) 


Sumber: wartasulselnews.com

Kamis, 03 September 2026

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁! 𝗠𝗮𝗴𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗻𝗮𝗷𝗲𝗺𝗲𝗻 𝗨𝗻𝗶𝗽𝗼𝗹 𝗦𝗼𝗽𝗽𝗲𝗻𝗴 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝘁𝗮𝘁𝘂𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗸𝗿𝗲𝗱𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶


SULSELKINI .COM SOPPENG — Program Studi Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng berhasil meraih Status Terakreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).

Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan LAMEMBA Nomor 266/DE/A.5/LAMEMBA-U/VIII/2026 tentang Status Terakreditasi Unggul Program Studi Manajemen pada Program Magister Universitas Lamappapoleonro, Kabupaten Soppeng. 

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Agustus 2026. Untuk diketahui Lamemba adalah lembaga resmi yang diberi kepercayaan oleh Kemenristekdikti untuk menentukan tingkat akreditasi program studi Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi di Indonesia.

Rektor UNIPOL Soppeng, Dr. Hj. Andi Adawiah, SE, MM, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja bersama selama proses akreditasi yang berlangsung cukup panjang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen UNIPOL, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, mengatakan predikat Unggul menjadi bukti semakin kuatnya kualitas akademik UNIPOL sebagai perguruan tinggi yang lahir dan berkembang di Soppeng. “Status Unggul itu tak bisa diperoleh dengan mudah. Prosesnya panjang dengan ratusan persyaratan dan berbagai aspek yang harus dipenuhi. Ini menunjukkan bahwa kualitas Magister Manajemen UNIPOL telah mampu bersaing dengan program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nurmal, pencapaian tersebut juga menjadi kabar baik bagi alumni dan mahasiswa Magister Manajemen UNIPOL karena memberikan pengakuan mutu yang semakin kuat terhadap program studi yang mereka tempuh. “Ini tak hanya angka atau predikat di atas kertas. Status Unggul adalah hasil kerja bersama sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Magister Manajemen Unipol sendiri adalah program studi terbaru yang dimiliki kampus ini. Program ini menjadi terobosan dan lompatan besar dunia pendidikan di Soppeng karena menjadi program pertama yang menghasilkan lulusan magister manajemen di Soppeng. (sah/ren)

Published Hawaya 💙IWO

SULSEL KINI

NASIONAL

PILKADA

GAYA HIDUP

KRIMINAL

© Copyright 2019 SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA | All Right Reserved