SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA

SULSEL KINI

Ads

NASIONAL

REGIONAL

POLITIK

BERITA TNI POLRI

Jumat, 12 Agustus 2022

Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham Radikalisme






Sulselkini.com-- Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat Perguruan Tinggi harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan kekerasan, terutama yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan legitimasi yang didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut adalah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Menurutnya, berdasarkan catatan Global Terrorism Index 2022 menyebut bahwa sepanjang tahun 2021, terdapat 5.226 aksi terorisme di seluruh dunia. Korban meninggal dunia yang berjatuhan akibat aksi tersebut mencapai 7.142 jiwa.

"Tidak sedikit dari jumlah tersebut adalah anak-anak, perempuan, dan golongan usia renta; hal ini menunjukkan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, bukan gerakan keagamaan," kata Gatot dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/8/2022).

Di Indonesia, kata Gatot, data yang dimiliki oleh Densus 88 terkait aksi terorisme dan penangkapan terhadap pelakunya juga menunjukkan angka yang tinggi. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari penyebaran paham dan gerakan radikalisme dan intoleransi yang utamanya, menyasar kalangan anak-anak muda, termasuk dengan masuk ke wilayah pendidikan.

"Dalam lima tahun terakhir ini saja, dunia pendidikan kita, khususnya kampus, masih menjadi incaran utama kelompok radikal-terorisme," katanya.

Jenderal bintang tiga ini menjelaskan, proses infiltrasi paham dan gerakan radikal dan ekstremisme masuk dengan berbagai cara, mulai dari menyusup di kegiatan-kegiatan keagamaan (CISForm, 2018), masjid-masjid kampus (INFID, 2018), dan persebaran buku-buku (PPIM, 2018).

Pola penyebarannya pun tidak lagi dilakukan hanya melalui medium dakwah dan forum-forum halaqah, tetapi sudah merambah ke media sosial (cyber space) dan jalur-jalur pertemanan. 

"Hasilnya, sebagaimana dilaporkan PPIM (2020), 24,89% mahasiswa Indonesia terindikasi memiliki sikap intoleran. Dari sumber lain, Alvara Research (2020) melaporkan bahwa 23,4% mahasiswa dan pelajar Indonesia mengaku anti-Pancasila dan malah pro-khilafah. Data-data ini tentu mengkhawatirkan, tetapi bukan berarti tidak bisa kita kalahkan," katanya. 

Sel Tidur

Sebagai pintu terakhir sebelum menggumpal menjadi terorisme, radikalisme adalah sikap atau mental yang menyetujui dan mendukung penggunaan aksi-aksi kekerasan untuk mencapai suatu tujuan.

Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. secara lebih spesifik menjelaskan bahwa seseorang dapat dicurigai terjangkit radikalisme apabila menunjukkan bentuk-bentuk aksi seperti mengapresiasi aksi terorisme, tidak mengecam aksi terorisme, menunjukkan dukungan melalui unggahan di media sosial, mencurigai aksi teror sebagai rekayasa, dan sebagainya.

"Jika sikap dan pemahaman ini tidak segera diintervensi, sangat mungkin seseorang yang sudah radikal menjadi teroris. Yang bersangkutan bukan lagi mendukung dan menyetujui aksi-aksi kekerasan, tetapi sudah terlibat langsung dengan menjadi pelaku atau eksekutor aksi-aksi kekerasan tersebut," ujar Gatot.

Hal yang harus dipahami bersama, lanjut Gatot, radikalisme terjadi secara bertahap dan dengan kadar yang berbeda-beda pula. Umumnya, radikalisme bermula dari intoleransi, yakni sebuah pemahaman dan sikap yang menolak keberadaan kelompok lain; risih dengan perbedaan.

"Itu sebabnya, tidak sedikit pakar dan pengamat yang menyebut radikalisme ibarat sel tidur yang sewaktu-waktu dapat tergerak untuk melakukan aksi-aksi anarkis," katanya.

Lima Sebab

Ia pun memaparkan ada lima sebab kenapa anak-anak muda tertarik pada narasi atau bahkan gerakan intoleran dan radikal. Pertama, mereka sedang mencari identitas diri. Studi yang dilakukan oleh The United States Institute of Peace pada 2010 menunjukkan bahwa 2.032 militan asing jaringan Alqaeda berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar; mereka adalah orang-orang yang sedang mengembara untuk menemukan jati dirinya.

Kedua, mereka membutuhkan perasaan kebersamaan. Kelompok teroris pandai memanfaatkan para remaja yang sedang resah terhadap kondisi emosionalnya. Mereka ingin mencari kebersamaan yang kadang tidak mereka dapatkan dari keluarganya.

Ketiga, mereka ingin memperbaiki apa yang dianggap mencederai rasa keadilan. Para remaja ini memiliki semangat yang menggebu-gebu dan idealisme yang tinggi untuk melakukan perubahan, hal inilah yang juga dimanfaatkan oleh kelompok teroris.

Keempat, mereka sedang membangun citra diri. Kelompok remaja sangat ingin terlihat menonjol atau eksis, karenanya mereka cenderung tidak segan untuk melakukan berbagai cara untuk tampil impresif, termasuk di antaranya adalah dengan menjadi bagian dari kelompok dan gerakan ekstremis.

Kelima, mereka memiliki akses yang luas untuk berinteraksi dengan siapa pun di dunia maya, termasuk dengan kelompok radikal. Persinggungan di dunia maya inilah yang kerap menjadi permulaan bagi kalangan muda untuk bergabung dengan kelompok teroris.

"Khusus pada poin terakhir, banyak kalangan yang menyebut media sosial telah membuat kalangan anak-anak muda semakin rentan, terutama –sebagaimana dikemukakan dalam temuan Wahid Foundation (2017)—karena kalangan muda lebih senang belajar agama dari media sosial, dengan ustaz/ah yang belum tentu terjamin kualitas keilmuan dan akhlaknya," katanya.

Melawan dengan Kebersamaan

Gatot mengatakan, penanggulangan bahaya radikalisme dan terorisme di kalangan perguruan tinggi harus diprioritaskan, selain karena hal ini merupakan bagian dari tiga dosa besar di dunia pendidikan yang sedang gencar dihilangkan oleh pemerintah, radikalisme dan terorisme juga berpotensi besar menghancurkan bukan saja negara, tetapi kemanusiaan dan peradaban kita.

Untuk itu, Polri serius membangun kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia untuk melawan segala bentuk ajaran dan gerakan kekerasan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan nasional, masifikasi program kontra-ideologi, deradikalisasi, netralisasi media, serta netralisasi situasi.

"Pihak kampus pun harus lebih aktif menjadi, meminjam istilah Kadensus 88, kampus inklusi anti-intoleransi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan pertama, membuka lebih banyak ruang perjumpaan di dalam kampus; tak boleh ada organisasi mahasiswa yang bersifat eksklusif. Kampus juga harus tegas soal regulasi anti-radikalisme di internal masing-masing. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan kesepakatan bersama untuk selalu patuh dan menjunjung tinggi empat komitmen dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kampus juga harus selalu memastikan materi pembelajaran mengandung pandangan keagamaan moderat dan bernuansa wawasan kebangsaan," katanya.

"Hanya dengan komitmen dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama mengalahkan paham dan gerakan kekerasan," katanya mengakhiri.

Published Hawaya πŸ’™ IWO 

Pak Aji Sahar (PAS) Ikut Gerak Jalan Santai Bersama Masyarakat Soppeng

Sulselkini.com Soppeng — Ketua DPRD Kab. Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos, M.M, atau dikenal dengan sebutan Pak Aji Sahar (PAS) mengikuti kegiatan gerak jalan santai dalam memeriahkan Hut RI ke 77. Jum'at (12/08/2022).

Kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  RI ke 77 Pemkab Soppeng  masih terus berlanjut, Pak Aji Sahar (PAS) terlihat penuh semangat turut dalam barisan bersama peserta gerak jalan, Gapoktan, Skpd dan masyarakat.

"Pak Aji Sahar (PAS) terlihat melakukan gerak jalan, sembari menyapa dan bersalaman dengan masyarakat yang berada di sekitar rute lintasan". 

Ketu DPRD Soppeng menyampaikan, lewat kegiatan ini kita hadir bersama-sama, juga wujudkan silaturahmi dengan berolahraga. Saya ucapkan terima kasih kepada warga Soppeng yang melakukan gerak jalan menyambut Hut RI ke 77 dengan penuh semangat dan meriah serta tetap menjaga protokol kesehatan, tandas Pak Aji Sahar (PAS)

Gerak jalan santai dalam menyambut Hut RI ke 77 terpantau, Star dilapangan gasis, dengan mengambil rute melalui jalan kesatria, samudra, kemakmuran dan kembali finish di lapangan Gasis (Lapangan kebanggaan masyarakat Soppeng).

Published Hawaya πŸ’™ IWO 

Sat Lantas Polres Soppeng Bersama Dishub Pasang Spanduk Himbauan Dibeberapa Titik Rawan Laka Lantas

Sulselkini.com Soppeng --Guna mencegah serta meminimalisir terjadinya Laka Lantas, Sat Lantas Polres Soppeng bersama Dishub Kabupaten Soppeng memasang Spanduk himbauan dibeberapa titik rawan laka wilayah Kabupaten Soppeng, Kamis 11 Agustus 2022.

Dipimpin langsung Kasat Lantas Akp Saharuna Sahar S.Sos bersama Kanit Gakkum Ipda Alimuddin S.Sos, pemasangan himbauan dilaksanakan di Jalan Poros Soppeng - Cabenge tepatnya di Akkampeng Desa Maccile Kecamatan Lalabata serta jalan Poros Soppeng - Takalala tepatnya di Desa Pattojo Kecamatan Liliriaja.

Kasat Lantas Akp Saharuna Sahar S.Sos saat dikonfimasi mengungkapkan bahwa kegiatan pemasangan spanduk himbauan ini guna mengantisipasi terjadinya laka lantas di wilayah hukum Polres Soppeng". Ujarnya.

"pemasangan spanduk himbauan ini guna mengantisipasi terjadinya laka lantas di wilayah hukum Polres Soppeng". Jelasnya

Dirinya berharap dengan Spanduk Himbauan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada para pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas serta dapat mencegah dan menekan terjadinya laka lantas".tutupnya

Published Hawaya πŸ’™

Bupati Apresiasi Keberadaan IWO Soppeng

Sulselkini.com Soppeng --Jelang Hut IWO Soppeng yang ke 4, pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng gelar bincang santai  bersama Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, SE, di Hark Cafe Malaka, Rabu (10/08/2022).

Dalam kegiatan yang bertajuk ngopi bareng tersebut, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak mengapresiasi keberadaan Organisasi Pers Nasional Pengurus Daerah (PD-IWO) Soppeng atas sumbangsihnya selama ini, yang telah membantu Pemkab Soppeng menyebarluaskan pemberitaan  informasi kepada masyarakat.

Andi Kaswadi Razak berharap memperingati empat tahun keberadaan IWO di Soppeng agar diisi dengan kegiatan-kegiatan Bakti Sosial (Baksos) guna membantu masyarakat kita, Saya minta IWO Soppeng untuk berkunjung dan terjun langsung melaksanakan kegiatan bakti sosial, kunjungi warga kita untuk membantu mereka yang memerlukan uluran tangan kita akibat pandemi yang belum reda, jelas Bupati Soppeng.

Nanti saya berikan data warga yang benar benar sangat membutuhkan uluran tangan kita, mari kita isi kegiatan IWO Soppeng dengan kepedulian dan kegiatan yang bermanfaat untuk warga kita, terang Bupati Soppeng

Ketua IWO Soppeng Andi Mull Makmun yang didampingi Pengurus IWO Soppeng, menyampaikan kesiapannya, dan ultah empat tahun IWO di Soppeng tahun ini akan diisi dengan kegiatan baksos dan puncaknya pada tanggal (24/8) akan digelar pengajian bersama anak-anak yatim dan rumah tanfis, jelas Ketua IWO Soppeng.

Andi Mull Makmun juga menyampaikan dalam Hut IWO Soppeng ke 4 ini, mengambil tema "Bakti IWO Untuk Indonesia", dan menyampaikan terima kasih atas masukan Bupati Soppeng dan supportnya selama ini kepada IWO Soppeng, tandasnya.

Published Hawaya πŸ’™

Rabu, 10 Agustus 2022

Kampung Sabbeta Soppeng dapat Bantuan Pemberdayaan Bank Sulselbar

Sulselkini.com, Soppeng - Plt. Direktur Utama PT. Bank Sulselbar, H. Yulis Suandi mewakili manajemen bank sulselbar merasa bangga dan terharu Karena bank sulselbar ditunjuk sebagai tuan rumah yang tentu melalui berbagai pertimbangan dan alasan yakni adanya dukungan dari Bupati Soppeng yang sangat luar biasa dimana kita ketahui bahwa dari 33 pemegang saham di bank sulselbar, Kab. Soppeng merupakan urutan ke-5 terbesar pemegang saham.

Tersebut dikatakan H. Yulis Suandi saat peninjauan klaster UMKM sektor Industri Binaan PT. Bank Sulselbar Cabang Soppeng di “Kampung Sabbeta, Desa pising, Kec. Donri-Donri, Selasa (09/08/2022)

Plt. Direktur Utama PT. Bank Sulselbar, juga mengucapkan terima kasih kepada kepala Kepala Otoritas jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), karena telah menetapkan cabang soppeng sebagai tuan rumah TPAKD (Tim percepatan Akses keuangan daerah), ungkap H. Yulis Suandi.

Adapun, Kepala Otoritas jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Darwisman menyampaikan. Soppeng adalah Kabupaten yang kaya raya dan banyak potensi yang ada didalamnya salah satunya adalah tempat kita berada sekarang yaitu kampung sutera yang memiliki kualitas yang luar biasa.

Menurutnya, di sulsel, Alhamdulillah perkembangan perbankkan mengalami pertumbuhan yang sangat positif. Semoga ini bisa membantu roda perekonomian di Kabupaten maupun Daerah begitupula dana masyarakat yang dihimpung juga ikut bertumbuh.

Sedangkan asset perbankkan untuk Kab. Soppeng sendiri juga mengalami pertumbuhan. Ini sangat mengembirakan, sehingga kami mengapresiasi kepada masyarakat yang juga meringankan tugas OJK yang selaku pengawas otoritas perbankkan dan ini mencerminkan stabilitas sistem keuangan kita di Sulsel dan di Soppeng ini terjaga dengan baik dari 1, 87 triliun kredit yang disalurkan oleh perbankkan, ternyata NPL (Non Performing Loan) nya hanya 1,02 % ., Jelas Darwisman.

OJK tentunya mengambil langkah strategis untuk mendorong perkembangan UMKM diantaranya, sektor unggulan yang juga cocok untuk soppeng yaitu sektor pertanian, agrobisnis, perikanan, industri kreatif dan sektor ekonomi lain yang tentunya kami akan dorong dan maksimalkan pembiayaannya melalui KUR (kredit usaha rakyat), tukasnya

Bupati Soppeng, H.Andi Kaswadi Razak, SE, dalam kesempatan acara, mengatakan, atas nama pemerintah daerah mengucapkan Apresiasi dan terima kasih atas kehadirannya di tempat ini yang merupakan suatu daerah yang luar biasa pada jaman orde baru karena Presiden Soeharto 2 kali datang ke sini untuk langsung melihat perkembangan sutera yang ada Kab. Soppeng ini.

Produk UMKM seperti ecoprint, jika semua yang ada di sini menggunakan produk ecoprint, maka hal ini bisa sampai membumi, karena dalam produksi ecoprint tidak ada motif yang sama karena daun yang kita gunakan memang berbeda-beda. untuk kainnya sendiri ada 2 jenis, ada yang kain sutra asli dan ada yang menggunakan kain katun. Dan insya allah ini tidak akan lagi akan berkembang, dan kita yakinkan juga pemerintah provinsi untuk kerja sama antar daerah pasti hal ini akan membumi. Karena saya yakin, jika kita tidak berani untuk memulai, maka tidak akan mungkin ada yang besar kita lakukan jika kita tidak memulai dari yang kecil. terang Bupati Soppeng

Kab. Soppeng dari dulu merupakan daerah yang toleran, sehingga dapat menjadi peluang bisnis utamanya UMKM untuk dapat berkembang dengan pesat. Walaupun wilayah kami kecil namun kita tidak boleh pesimis dibanding daerah lain, namun nilai akhirnya sama, tambah Andi Kaswadi.

Bupati Soppeng mengharapkan, perbankkan bisa konsisten dan komitmen, serta sepakat menjalankan program masing-masing, pemerintah daerah siap mendukung dan jika ada kendala atau masalah mari kita diskusikan untuk mencari jalan keluarnya bersama-sama, tandasnya.

Acara dilanjutkan penyerahan secara simbolis Nasabah KUR oleh Bupati Soppeng turut didampingi kepala OJK Regional 6 Sulampua kepada, UMKM CV. Mano Rizqiyah (produk yang dihasilkan adalah air minum kemasan merek “MANO” lokasi usaha di lapajung Kec. Lalabata), UMKM Rita Salon (bergerak dalam jasa rias pengantin dan perlengkapan acara perkawinan, lokasi usaha di Batu-Batu), UMKM IKM Fitrah (produk keripik pisang dan keripik keju, lokasi usaha di Cangadi) UMKM Gallery cafe (bergerak dalam usaha perdagangan eceran penjualan berbagai jenis makanan dan minuman, lokasi usaha depan gallery UMKM Soppeng Kec. Lalabata)

Serta penyerahan bantuan Pemberdayaan PT Bank Sulselbar Cabang Soppeng kepada “Kampung Sabbeta” berupa 2 (dua) unit mesin jahit oleh Plt. Direktur Utama PT. Bank Sulselbar kepada Nurdin selaku Ketua kelompok kampong sabbeta.

Turut hadir, Asisten 2 Pemprov Sulawesi Selatan, Kepala Biro perekonomian sekda prov. Sulsel , Wakil Bupati Soppeng, Ketua DPRD Kab. Soppeng, para Anggota Forkopimda, , Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Sekda Kab. Soppeng, para kepala SKPD, Camat Donri-Donri bersama Unsur Muspika Kec. Donri-Donri, Kepala Desa Pising, Pimpinan Bank Sulselbar cabang Soppeng, babinsa dan babinkamtibmas dan para anggota kelompok Kampung Sabbeta. 
Published Hawaya πŸ’™ IWO 

Bupati Soppeng raih penghargaan "Tokoh Penggerak Koperasi Madya"

Sulselkini.com Soppeng --Pemkab Soppeng melaksanakan Upacara Hari Peringatan Koperasi Indonesia ke 75, bertempat di halaman Kantor Bupati Soppeng
Senin, 08 Agustus 2022.

Peringatan Hari Koperasi yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2022 ini mengambil tema: "Transformasi digital sebagai gerakan milenial menuju kemandirian Koperasi"

Acara diawali dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Bupati Soppeng kepada Koperasi  berprestasi dalam rangka peringatan hari Koperasi ke 75 tingkat Kab. Soppeng 

"Pada kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kab. Soppeng, Andi Agusalim, S. STP. M. Si menyerahkan  piagam penghargaan dari Ketua Umum  Dewan Koperasi Indonesia DR. (HC) H.A. M. Nurdin Halid kepada Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak,  SE sebagai tokoh penggerak Koperasi madya dalam acara puncak Hari Koperasi ke 75, yang diselenggarakan di Kabupaten Kendal – Jawa Tengah pada Sabtu, 23 Juli 2022".
 
Bupati Soppeng, H. Andi Kaswadi Razak, SE dalam kegiatan ini membacakan Pidato seragam Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki,  sapi. Melalui RPB diharapkan terjadi standarisasi produk, sehingga UMKM yang tergabung memiliki produk dengan kualitas sanna dan terbaik. Tema “Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Berkelanjutan” merupakan pengejawantahan dari upaya koperasi bertransformasi dari citra model lama dan konvensional menjadi model baru dan profesional. 

Perjalanan pembangunan koperasi diupayakan secara berkesinambungan agar koperasi dapat tumbuh sejajar dengan badan usaha lain, memiliki sensitifitas tinggi dalam pengembangan usaha, dan diminati oleh generasi muda.

Pemerintah menggelorakan gerakan “Ayo Berkoperasi” yang terhubung dengan Program Gerakan Revolusi Mental, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi perkoperasian dan generasi muda tertarik untuk berkoperasi. Sebagai agen pembangunan, generasi muda kita harus dibekali dengan pengalaman berusaha serta pembangunan karakter yang berbasis nilai gotong royong dan usaha bersama, yang keseluruhannya akan diperoleh melalui koperasi.

Sebagai penutup, semoga upaya pembinaan, pengembangan, dan penguatan koperasi ini berjalan dengan baik agar dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat luas, tutup Bupati Soppeng

Bertindak selaku pemimpin upacara  Pengawas koperasi primkoppol polres soppeng, Iptu, Nortajaya, SH

Turut hadir, Wakil Bupati Soppeng, Ketua DPRD Kab. Soppeng, Para anggota forkopimda Kab. Soppeng, Sekretaris Daerah Kab. Soppeng, para Kepala SKPD lingkup Pemkab Soppeng, Para Pembina Koperasi Kabupaten Soppeng, Dekopinda Kabupaten Soppeng,PPKL (Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan) Kabupaten Soppeng,Pengurus, Pengawas, Manajer, Pimpinan Koperasi  Cabang dan Anggota Koperasi se Kab. Soppeng.

Published Hawaya πŸ’™

Senin, 08 Agustus 2022

Dalam rangka Hari Jadi Polisi Wanita ke 74, Polwan Polres Soppeng Giat Polwan Goes To School


Sulselkini.com Soppeng --Dalam rangka Hari Jadi Polisi Wanita ke 74, Polwan Polres Soppeng melaksanakan kegiatan Polwan Goes To School dengan tema "Polri yang Presisi, Polwan Siap mendukung pemulihan ekonomi dan Reformasi Struktural untuk mewujudkan Indonesia Tangguh - Indonesia Tumbuh di Pondok Pesantren Yasrib Soppeng Jl. Lapajung Barat Kelurahan Lapajung Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Senin 08 Agustus 2022.

Kegiatan Polwan Goes To School yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia tersebut dalam rangka memberikan Edukasi Cerdas dan Aman bermedia Sosial yang dibawakan langsung oleh Polwan Polres Soppeng Bripka Andi Syamsuria S.H M.M selaku pemateri.

Dalam kesempatannya Bripka Andi Syamsuria S.H M.M mengemukakan beberapa Platform Media Sosial, serta menjelaskan dasar - dasar pokok serta Dasar hukum dalam bermedia Sosial yang kini merebak diseluruh kalangan.

Dirinya juga menjelaskan Tindak Pidana yang ditangani UU ITE diantaranya Pencemaran Nama Baik, Unsur Sara/ ujaran kebencian atau Hate Speech, Pencurian Data, Hacking, menyebarkan berita bohong, Illegal Akses, Penipuan online serta melanggar kesusilaan.

Selain itu dirinya juga mengungkapkan beberapa kejahatan online yang harus diwaspadai diantaranya Pedofile Online, Child Grooming serta Sextortion, Love Scammer beserta dengan cara agar terhindar menjadi korban dengan tidak mudah mempercayai siapapun yang dapat berpura - pura atau menjadi seseorang di dunia maya.

Maraknya Siber Bulliying atau perundungan dunia maya serta penipuan online juga menjadi perhatian khusus, guna menghindari hal tersebut Bripka Andi Syamsuria menghimbau para Santriwati untuk Beretika dalam bermedsos, tidak mudah berkomentar dan terpancing serta jika ingin melakukan belanja online agar menggunakan pihak ketiga seperti Shopee, Tokped dan cari tahu Informasi terlebih dahulu segala data penjual tersebut.

Bripka Andi Syamsuria S.H M.M menjelaskan bagaimana kaum muda harus bersikap dalam bermedia sosial diantaranya Bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial pada era Transparansi Global, Pahami manfaat dan kerugian dari Bermedia Sosial, pahami bahwa kaum muda adalah harapan bangsa, berjuanglah terus untum meraih cita - cita, karena keberhasilan dan kesuksesan tidak bisa diraih secara Instan.

Diakhir kegiatan Polwan Senior Polres Soppeng Aipda Sukaena juga menyerahkan bingkai Cerdas dan Aman bermedia Sosial kepada Pembina Pondok Pesantren Yasrib serta bingkisan kepada Santriwati Pondok Pesantren Yasrib.

Published Hawaya πŸ’™ IWO 

SULSEL KINI

NASIONAL

PILKADA

GAYA HIDUP

KRIMINAL

© Copyright 2019 SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA | All Right Reserved