SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA

SULSEL KINI

Ads

NASIONAL

REGIONAL

POLITIK

BERITA TNI POLRI

Sabtu, 05 September 2026

Tuntut Efek Jera, LSM SIDIK Minta Polres Soppeng Tak Pandang Bulu Usut Kasus Eksploitasi Anak


SULSELKINI COM SOPPENG — Kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual, pelecehan fisik, hingga persetubuhan yang menimpa seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Soppeng menuai sorotan tajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SIDIK Kabupaten Soppeng meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Soppeng, untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ketua LSM SIDIK Kabupaten Soppeng, Mahmud Cambang, mengapresiasi ketegasan dan respons cepat jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng dalam membongkar praktik kejahatan terhadap anak di bawah umur tersebut. Namun, ia menegaskan proses hukum harus terus dikawal hingga tuntas, Sabtu (5/09/2026). 

"Kami mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polres Soppeng yang berhasil membongkar kasus ini. Namun, kami meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik.

Siapa pun yang terlibat, termasuk dua nama yang kini tengah dibidik, harus dibuka secara terang benderang agar masyarakat tahu penegakan hukum di Soppeng berdiri tegak," tegas Mahmud Cambang.

Ia menambahkan, penanganan tegas dan hukuman maksimal sangat krusial diberikan kepada para pelaku demi memberikan efek jera yang nyata, sekaligus mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.

Terlebih lagi, kasus yang menimpa remaja 17 tahun ini telah menyita perhatian publik luas hingga menjadi sorotan nasional.

Kejelasan penanganan perkara ini dinilai menjadi ujian penting bagi transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di wilayah Hukum Polres Soppeng dalam melindungi kelompok rentan dan anak di bawah umur. (***)

PB ya2💙

Maulid Di Mesjid Babuttaubah Pajalesang, Bupati Soppeng Tekankan Teladan Nabi dalam Piagam Madinah


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan masyarakat agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW, termasuk dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati.

Hal itu disampaikan Bupati Soppeng dalam sambutannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang.

"Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia," Ungkap Bupati Suwardi. 

Bupati Suwardi juga menyoroti keteladanan Rasulullah SAW dalam menyatukan berbagai perbedaan dan membangun harmoni di tengah masyarakat. Ia menyebut Piagam Madinah sebagai salah satu contoh bagaimana Rasulullah membangun tatanan masyarakat yang saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, sekaligus meningkatkan empati, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan.

Semangat tersebut, kata dia, penting untuk mendukung pembangunan Bumi Latemmamala.

Di hadapan jamaah Maulid, Suwardi juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Yassisoppengi, gotong royong dan kepedulian sebagai kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Soppeng agar semakin maju, berdaya saing dan penuh berkah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang dan panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari syiar Islam.

Ia berharap kegiatan Maulid yang menjadi ruang silaturahmi masyarakat itu mendapat nilai ibadah di sisi Allah SWT.

Dalam acara tersebut, Bupati Soppeng hadir bersama Camat dan unsur Forkopimca Lilirilau, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus serta panitia Masjid Babuttaubah dan jamaah.

PB ya2,💙IWO

Kecam Keras Tragedi Kekerasan Seksual di Lalabata, Tokoh Agama Soppeng Minta Polisi Usut Tuntas


SULSELKINI.COM SOPPENG — Skandal dugaan kejahatan seksual yang mengguncang Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mendadak jadi sorotan publik nasional. Kasus yang melibatkan dugaan persekongkolan banyak pelaku di sebuah hotel kawasan Jalan Merdeka, Laburawung, Kecamatan Lalabata pada Minggu malam (23/8/2026) ini memicu reaksi keras dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.


Polres Soppeng bergerak cepat dengan mengamankan delapan orang terduga pelaku berinisial A, AS, AT, B, AR, AN, H, dan R. Selain memburu dua orang terduga pelaku lainnya yang masih didalami penyidik, polisi juga memberlakukan penanganan khusus terhadap satu anak di bawah umur sesuai koridor hukum yang berlaku.


Dari tempat kejadian perkara (TKP), aparat mengamankan barang bukti kunci yang memperkuat konstruksi perkara. Pakaian milik korban. Uang tunai sebanyak 22 lembar dalam berbagai pecahan. 8 unit telepon seluler (smartphone). 1 unit SUV mewah Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi DP 1926 LI


Para tersangka kini terancam hukuman berat dengan jeratan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya Pasal 12 juncto Pasal 15 ayat (1) huruf e dan g.


Tragedi kekerasan seksual ini tidak hanya mencederai rasa kemanusiaan, tetapi juga merusak marwah daerah yang dikenal religius. Menanggapi situasi yang memanas, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Soppeng mengambil sikap tegas mendesak pengusutan tuntas tanpa pandang bulu.


Ketua PCNU Kabupaten Soppeng, Ahmad Wardiman, mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa perbuatan ini adalah kezaliman nyata yang melanggar nilai agama maupun etika sosial.


"Jika dugaan ini benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi perbuatan zalim yang mencederai nilai-nilai agama dan mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng. PCNU bersama seluruh elemen masyarakat siap mengawal proses hukum ini hingga korban mendapatkan keadilan sejati," tegas Ahmad Wardiman, Rabu (2/9/2026).


Senada dengan NU, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Soppeng, Arsyad Makmur, menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menolak keras segala bentuk normalisasi terhadap tindak kekerasan seksual.


"Muhammadiyah tidak akan pernah membenarkan atau menormalisasi pelecehan seksual. Ini adalah tindakan yang merendahkan martabat manusia. Siapa pun pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara transparan di hadapan hukum," ujar Arsyad.


Muhammadiyah juga mendesak jaminan perlindungan penuh serta pendampingan psikologis bagi korban agar terhindar dari potensi intimidasi maupun tekanan dari pihak-pihak tertentu.


Kini, publik menyoroti setiap langkah penyidikan di Polres Soppeng. Untuk menuntaskan kasus ini hingga terciptanya keadilan dalam penegakan hukum di bumi Latemmamala. (***) 


Sumber: wartasulselnews.com

Kamis, 03 September 2026

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁! 𝗠𝗮𝗴𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗻𝗮𝗷𝗲𝗺𝗲𝗻 𝗨𝗻𝗶𝗽𝗼𝗹 𝗦𝗼𝗽𝗽𝗲𝗻𝗴 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝘁𝗮𝘁𝘂𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗸𝗿𝗲𝗱𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶


SULSELKINI .COM SOPPENG — Program Studi Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng berhasil meraih Status Terakreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).

Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan LAMEMBA Nomor 266/DE/A.5/LAMEMBA-U/VIII/2026 tentang Status Terakreditasi Unggul Program Studi Manajemen pada Program Magister Universitas Lamappapoleonro, Kabupaten Soppeng. 

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Agustus 2026. Untuk diketahui Lamemba adalah lembaga resmi yang diberi kepercayaan oleh Kemenristekdikti untuk menentukan tingkat akreditasi program studi Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi di Indonesia.

Rektor UNIPOL Soppeng, Dr. Hj. Andi Adawiah, SE, MM, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja bersama selama proses akreditasi yang berlangsung cukup panjang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen UNIPOL, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, mengatakan predikat Unggul menjadi bukti semakin kuatnya kualitas akademik UNIPOL sebagai perguruan tinggi yang lahir dan berkembang di Soppeng. “Status Unggul itu tak bisa diperoleh dengan mudah. Prosesnya panjang dengan ratusan persyaratan dan berbagai aspek yang harus dipenuhi. Ini menunjukkan bahwa kualitas Magister Manajemen UNIPOL telah mampu bersaing dengan program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nurmal, pencapaian tersebut juga menjadi kabar baik bagi alumni dan mahasiswa Magister Manajemen UNIPOL karena memberikan pengakuan mutu yang semakin kuat terhadap program studi yang mereka tempuh. “Ini tak hanya angka atau predikat di atas kertas. Status Unggul adalah hasil kerja bersama sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Magister Manajemen Unipol sendiri adalah program studi terbaru yang dimiliki kampus ini. Program ini menjadi terobosan dan lompatan besar dunia pendidikan di Soppeng karena menjadi program pertama yang menghasilkan lulusan magister manajemen di Soppeng. (sah/ren)

Published Hawaya 💙IWO

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bupati Soppeng Inspeksi Cek Kesehatan Gratis dan Kelayakan Asrama 270 Siswa SRT


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turun langsung memantau proses registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 270 calon siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT), Jumat (28/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian penerimaan serta kesiapan fasilitas pendukung berjalan optimal.


Suasana proses pendaftaran berlangsung hangat. Para siswa hadir didampingi oleh keluarga, kepala desa, serta lurah masing-masing. Rincian peserta yang mengikuti tahapan ini mencakup:
- SRD (Sekolah Rakyat Dasar): 76 siswa
- SRMP (Sekolah Rakyat Menengah Pertama): 130 siswa
- SRMA (Sekolah Rakyat Menengah Atas): 64 siswa


Dari total alokasi peserta, tercatat enam siswa berhalangan hadir akibat sakit—masing-masing terdiri dari dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.


Selain memantau jalannya pemeriksaan kesehatan, Bupati Suwardi menyisir langsung fasilitas asrama yang akan menjadi hunian para siswa selama masa studi. Dalam inspeksi tersebut, ia memberikan instruksi tegas kepada pihak pengelola untuk segera menyelesaikan beberapa pekerjaan finishing.


"Kondisi tempat tinggal siswa harus dipastikan aman dan nyaman. Ini krusial agar anak-anak dapat beradaptasi dan fokus belajar selama menetap di asrama," tegas Suwardi Haseng. 


Perhatian khusus juga diarahkan pada ketersediaan sarana air bersih. Bupati meminta kontraktor penyedia, PT Waskita, untuk menjamin pasokan air bersih mengalir lancar tanpa kendala selama asrama beroperasi.


Kunjungan ditutup dengan peninjauan masjid di dalam kawasan Sekolah Rakyat Terpadu. Setelah mengamati langsung kondisi sarana dan prasarana ibadah, Bupati Suwardi mengapresiasi kesiapan bangunan tersebut yang dinilai sangat layak untuk mendukung kegiatan keagamaan serta pembentukan karakter para siswa. (***)

Published Hawaya 💙IWO

Buka Kegiatan PPTPKH-TORA, Bupati Suwardi Haseng Instruksikan Kawal Hak Tanah Masyarakat


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta aparat pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan yang masuk dalam pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) segera menyiapkan data yang dibutuhkan.


Penegasan itu disampaikan Suwardi Haseng saat membuka Sosialisasi dan Pendataan Awal Kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan dan Tanah Objek Reforma Agraria di Kabupaten Soppeng, Jumat, 28 Agustus 2026.


Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional di Ruang Rapat Triple 8 The Riverside Resort, Watansoppeng.


Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menegaskan bahwa Program Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH-TORA) bukan sekadar kegiatan bagi-bagi lahan tanah negara, melainkan amanat penting pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.


"Program PPTPKH-TORA bukan sekedar kegiatan bagi-bagi lahan Tanah Negara, akan tetapi merupakan salah satu Program Prioritas Nasional yang menjadi amanat penting pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat," ujar Suwardi.


Ia menjelaskan, selama ini sering terjadi keterbatasan ruang hidup bagi masyarakat yang tinggal di sekitar atau di dalam kawasan hutan. Ketidakpastian hukum atas tanah yang dikelola bertahun-tahun kerap memicu konflik sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa. Karena itu, penataan kawasan hutan ini hadir untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah serta menjadi solusi konkret penyelesaian penguasaan tanah secara adil, arif, dan bijaksana.


Mengingat sebagian wilayah Kabupaten Soppeng bersinggungan langsung dengan kawasan hutan, Suwardi menyebut tahap sosialisasi, inventarisasi, dan verifikasi ini sebagai langkah krusial untuk memastikan data subjek penerima dan objek lahan di lapangan benar-benar akurat, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.


"Saya tidak ingin ada manipulasi data yang dapat melahirkan konflik horizontal baru akibat proses pendataan yang tidak transparan," tegas Bupati Soppeng.


Secara khusus, Bupati Soppeng menginstruksikan kepada Kepala OPD terkait, Camat, Kepala Desa, dan Lurah yang wilayahnya masuk dalam usulan TORA untuk:

1. Membantu dan memfasilitasi Tim Terpadu serta Satgas yang bertugas di lapangan.
2. Memberikan edukasi dan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
3. Mengawal proses secara objektif demi kepentingan masyarakat yang berhak—bukan kepentingan segelintir pihak, penguasa, atau orang berpengaruh—serta mencegah lahan dikuasai korporasi melalui peralihan hak yang tidak sesuai tujuan awal program.


Bupati Suwardi juga menyampaikan terima kasih atas sinergi Tim Terpadu PPTPKH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kanwil BPN Sulsel, Kantor Pertanahan Soppeng, serta seluruh instansi terkait. Ia berharap legalitas aset tanah masyarakat dapat segera terwujud guna membuka akses peningkatan ekonomi melalui perhutanan sosial maupun sertifikasi tanah.


"Siapkan data dan diri untuk mengikuti proses ini dengan baik. Aparat di kecamatan, desa dan kelurahan harus memahami apa yang harus disiapkan sehingga proses inventarisasi dapat berjalan dengan baik," tambah Suwardi Haseng


Dalam sosialisasi tersebut, BPKH Wilayah VII memberikan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi, termasuk kebijakan PPTPKH, mekanisme pengajuan permohonan, serta pengisian formulir pendukung.


Tahapan awal kegiatan melibatkan wilayah Kecamatan Citta dan Desa Citta, Kecamatan Donri Donri dan Desa Pesse, serta Kecamatan Marioriwawo dan Kelurahan Tettikenrarae.


BPKH juga membuka sesi diskusi dan coaching clinic untuk memberikan penjelasan lebih rinci kepada peserta mengenai tahapan pelaksanaan serta dokumen yang harus disiapkan.


Pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi tersebut mengacu pada Peta Indikatif PPTPKH TORA berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 2216 Tahun 2026.


Kegiatan turut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Soppeng, Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng, UPTD KPH Walanae, serta unsur pemerintah provinsi. (***)

Published Hawaya💙IWO

Jumat, 28 Agustus 2026

Kebersamaan di Warkop Olleng, Doa dan Harapan untuk Ultah ke-51 Ketua PWI Soppeng


SULSELKINI.COM SOPPENG, – Tawa renyah dan aroma kopi hangat melengkapi momen istimewa di Warkop Olleng, Kamis (27/8/26) malam, Suasana kekeluargaan terasa begitu mengental saat para sahabat dan kerabat berkumpul untuk merayakan ulang tahun ke-51 Ketua PWI Soppeng, Andi Jumawi.


Meski dikemas dalam konsep yang sederhana, kemeriahan acara tetap terpancar jelas dari raut wajah para sahabat yang hadir. Gelak tawa dan obrolan hangat bergantian mengisi ruangan, membuktikan betapa eratnya tali silaturahmi yang terjalin di antara mereka.




Sejumlah tokoh dan kerabat tampak hadir memberikan selamat serta doa terbaik bagi Andi Jumawi. Anggota PWI Soppeng Hadir memberikan semangat dan ucapan selamat kepada sang ketua.


Andi Mull Makmun (Ketua IWO Soppeng) Turut hadir mempererat sinergi antarmedia, memberikan ucapan selamat yang penuh kehangatan.


H. Olleng (Pemilik Warkop Olleng) Mewakili seluruh komunitas Warkop Olleng, menyampaikan doa agar Andi Jumawi senantiasa dianugerahi kesehatan, panjang umur, dan kesuksesan dalam memimpin organisasi pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Soppeng.


Menanggapi perhatian dari para sahabat, Andi Jumawi tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. ia menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kebersamaan yang terus terjaga.


"Terima kasih banyak untuk seluruh sahabat di Warkop Olleng, kerabat PWI, IWO, dan Saudara H. Olleng. Kebersamaan dan kesederhanaan seperti inilah yang menjadi energi luar biasa bagi saya. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dengan baik," ujar Andi Jumawi penuh rasa syukur.


Acara kemudian dilanjutkan dengan makan sokko dan palekko lengkap dengan sambal serta menu lainnya yang begitu menggugah selera, dipadukan dengan nikmatnya seduhan kopi khas Warkop Olleng yang menyempurnakan hari bahagia sang Ketua PWI Soppeng. Selamat ulang tahun ke-51, Andi Jumawi! (***)

Published Hawaya💙IWO

SULSEL KINI

NASIONAL

PILKADA

GAYA HIDUP

KRIMINAL

© Copyright 2019 SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA | All Right Reserved