SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA

SULSEL KINI

Ads

NASIONAL

REGIONAL

POLITIK

BERITA TNI POLRI

Selasa, 19 Mei 2026

Misteri Absennya Bupati Soppeng Terjawab, Gelar Pertemuan Privat di Apartemen Elite Makassar


SULSELKINI.COM MAKASSAR — Teka-teki absennya Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, dalam acara konsolidasi Dapil Sulsel II di Gedung La Patau, Soppeng, Sabtu (16/5/2026) siang akhirnya terjawab.


Tidak berada di Soppeng, Suwardi Haseng justru menggelar  pertemuan empat mata dengan Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhiddin Moh Said, di Makassar pada malam harinya.



Pertemuan privat tersebut berlangsung di Apartemen 31, sebuah hunian bintang lima di kawasan elite Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Diketahui, Bupati Suwardi Haseng memang memiliki salah satu unit di apartemen mewah tersebut sejak empat tahun terakhir.


Dihubungi, Bupati Suwardi Haseng berdalih pertemuan tersebut terjadi tanpa sengaja. Baru saja mendarat dari kunjungan kerja di Jakarta, ia langsung menuju apartemennya untuk beristirahat. 


Di sana, ia mengaku berpapasan dengan Muhiddin di lift.
Meski diklaim sebagai kebetulan, aroma politik tak bisa disembunyikan. Muhiddin, yang saat itu masih mengenakan baju kuning khas Golkar usai menghadiri acara di Soppeng, langsung mengajak Suwardi berbincang di lounge apartemen.


Dalam obrolan santai namun krusial tersebut, keduanya membahas masa depan Golkar Soppeng dan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.


"Alhamdulillah, beliau merasa puas dengan pelaksanaan acara di Soppeng," ujar Suwardi. Namun, saat didesak mengenai detail kesepakatan politik yang lahir dari pertemuan malam itu, Bupati Suwardi Haseng memilih irit bicara. 


“Sebagai kader Golkar Sulsel, saya banyak mendapat arahan dari beliau,” pungkasnya diplomatis.


Di sisi lain, Suwardi meluruskan bahwa absennya dia di acara partai pada siang hari murni karena urusan kedinasan yang mendesak. Bersama Bupati Luwu Timur, Maros, dan Bangkalan, ia diundang khusus untuk meninjau langsung sistem pengolahan sampah TPS3R milik Pemprov DKI Jakarta di Bantar Gebang.


“Ini mendesak karena Soppeng tergolong terlambat. Sistem pengolahan sampah kita harus segera dibangun dari pusat, setidaknya paling lambat akhir tahun ini,” terang, Bupati Suwardi Haseng menutup penjelasannya. (***)
💙ya2

Senin, 11 Mei 2026

Bupati Soppeng Salurkan Bantuan Benih Padi dan Jagung Ke 221 Kelompok Tani


SULSELKINI.COM SOPPENG — Pemerintah Kabupaten Soppeng mulai menyalurkan bantuan benih padi dan jagung tahun 2026 kepada 221 kelompok tani di daerah itu. Dalam penyaluran tersebut, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menegaskan bantuan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan maupun dipindahtangankan.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Benih Padi dan Jagung Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (11/5/2026).

Program bantuan yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI tersebut menjangkau ratusan kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Sebanyak 95 kelompok tani menerima bantuan benih padi, sementara bantuan benih jagung diberikan kepada 126 kelompok tani.

Dalam sambutannya, Suwardi meminta agar bantuan benih didistribusikan sesuai daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan lagi ada kejadian benih tidak terbagi secara merata sesuai CPCL yang sudah disusun. Bantuan benih pemerintah ini tidak untuk dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegasnya.

Ia mengingatkan penyalahgunaan bantuan benih dapat berdampak hukum sekaligus mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng di hadapan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian.

Selain menekankan pengawasan distribusi bantuan, Suwardi menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Pemkab Soppeng tahun ini menerima bantuan benih padi untuk lahan seluas 5.716 hektare dengan total benih mencapai 142.900 kilogram. Varietas yang disalurkan antara lain Inpari 32, Mekongga, dan Padjajaran.

Sementara bantuan benih jagung dialokasikan untuk lahan seluas 7.080 hektare dengan jumlah benih mencapai 106.200 kilogram varietas NK 306.

Menurut Suwardi, penggunaan benih unggul diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

“Benih unggul berpotensi meningkatkan hasil pertanian dan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian kita,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan penyerahan bantuan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari kelompok tani penerima bantuan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator BPP, pengawas benih tanaman, serta unsur penyuluh pertanian lainnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi teknis terkait pelaksanaan program bantuan benih tahun 2026.

Published Ya2💙

Selasa, 05 Mei 2026

Turun Langsung Cari Titik Air, Suwardi Haseng Dorong Percepatan Listrik Masuk Sawah


SULSELKINI.COM SOPPENG – Upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat sektor pertanian terus bergerak di lapangan. Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, turun langsung bersama tim survei untuk mencari titik sumber air yang akan dijadikan lokasi pengeboran sumur dalam.

Kegiatan ini berlangsung di tiga kecamatan, yakni Ganra, Lilirilau, dan Liliriaja. Dalam satu hari, sebanyak 10 titik lokasi didatangi untuk dilakukan pengecekan awal, mulai dari kondisi lahan hingga potensi ketersediaan air tanah.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari percepatan program listrik masuk sawah, yang ditujukan untuk menjawab persoalan klasik pertanian di wilayah tadah hujan.

“Program ini untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah tadah hujan. Satu titik sumur bor dalam dapat mengairi sekitar 50 hektare sawah, dengan kedalaman mencapai 200 meter. Sebelum pengeboran, dilakukan survei menggunakan metode geolistrik untuk memastikan titik yang dipilih benar-benar memiliki potensi air yang memadai. Ini bagian dari program listrik masuk sawah,” tegas Suwardi Haseng.

Menurutnya, titik yang memenuhi syarat debit air akan ditetapkan sebagai lokasi sumur bor. Air dari sumur tersebut nantinya dipompa menggunakan energi listrik untuk mendukung sistem irigasi.

Selama ini, sebagian lahan pertanian di wilayah Kabupaten Soppeng masih bergantung pada curah hujan. Kondisi ini membuat pola tanam tidak menentu, terutama saat musim kemarau atau ketika distribusi hujan tidak merata.

Karena itu, penyediaan sumber air alternatif melalui sumur bor dalam dinilai sebagai solusi yang lebih terukur. Selain menjaga ketersediaan air, sistem ini juga memungkinkan peningkatan intensitas tanam.

Dari sisi teknis, pengeboran hingga kedalaman ratusan meter dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tanah dengan debit yang stabil. Sementara itu, pemanfaatan energi listrik, termasuk energi surya sebagai sumber tenaga pompa diharapkan dapat menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan bahan bakar.

Keterlibatan langsung bupati dalam kegiatan survei ini menunjukkan bahwa program tersebut menjadi prioritas pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian. Selain memastikan kesiapan teknis di lapangan, langkah ini juga mempercepat penentuan lokasi yang benar-benar layak sebelum masuk tahap pengerjaan.

Program listrik masuk sawah dirancang sebagai bagian dari transformasi pertanian di Kabupaten Soppeng, dengan mengintegrasikan infrastruktur energi dan pengairan. Melalui skema ini, pemerintah daerah menargetkan tidak hanya peningkatan produksi, tetapi juga stabilitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Published💙ya2

Kamis, 30 April 2026

Bupati Soppeng Tegaskan Layanan Pertanahan di Soppeng Harus Bersih dan Bebas Pungli


SULSELKINI.COM MAKASSAR, - Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (29/4/2026).


Kegiatan bertajuk “Integrasi Pertanahan, Akselerasi Perekonomian, Wujudkan Tata Kelola Bersih Berkelanjutan” ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan untuk memperkuat sinergi bersama Kementerian ATR/BPN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi provinsi tersebut. Ia mencatat sekitar 70 persen tanah Area Penggunaan Lain (APL) di Sulawesi Selatan masih belum tersertifikasi.


"Tanah yang telah tersertifikasi memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan sumber pendapatan daerah melalui pajak serta retribusi. Penertiban aset adalah langkah awal mewujudkan tata kelola yang bersih dan produktif," ujar Andi Sudirman.


Gubernur juga mengapresiasi peran KPK yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga aktif melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan kemelut pertanahan melalui sembilan paket program kerja sama.


Senada dengan hal tersebut, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK, Edi Suryanto, memberikan arahan tegas mengenai pentingnya transparansi. Menurutnya, sektor pertanahan merupakan salah satu area yang paling rawan terjadi praktik korupsi.
"Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada kualitas layanan publik. Kami mendorong integrasi data antarinstansi guna menutup celah penyalahgunaan kewenangan," tegas Edi. 


Ia menekankan bahwa sistem layanan berbasis digital menjadi kunci untuk meminimalisir interaksi tatap muka yang berpotensi memicu pungutan liar.


Merespons arahan tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng untuk mengakselerasi program sertifikasi tanah dan digitalisasi layanan.


"Kami berkomitmen mendukung penuh kolaborasi antara ATR/BPN dan KPK. Kepastian hukum atas tanah bukan hanya soal administrasi, tapi kunci utama menarik investasi masuk ke daerah," ungkap Bupati Suwardi Haseng.


Lebih lanjut, Suwardi Haseng menyoroti aspek keadilan sosial dalam pengelolaan lahan. Ia mendorong penguatan program redistribusi tanah objek landreform, seperti pemanfaatan lahan telantar dan eks-HGU untuk petani penggarap.


"Kita harus memastikan tanah-tanah ini memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Melalui sistem yang bersih, profesional, dan berintegritas, kita ingin pelayanan pertanahan di Soppeng semakin cepat, mudah, dan bebas korupsi," pungkasnya.


Acara ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara ATR/BPN, KPK, serta jajaran kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh staf ahli kementerian, Kepala Kanwil BPN Sulawesi Selatan, serta jajaran bupati dan wali kota.


Rakor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanahan yang lebih akuntabel, di mana setiap jengkal tanah negara maupun rakyat terlindungi secara hukum dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.(***).

Published ya2💙

Sabtu, 25 April 2026

Bupati Suwardi Haseng Pastikan Layanan Radiologi Soppeng Kembali Normal dengan Alat CT Scan Baru


SULSELKINI.COM SOPPENG – Komitmen Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, dalam membenahi sektor kesehatan di "Bumi Latemmamala" kini membuahkan hasil nyata. Setelah melalui upaya lobi dan koordinasi yang intens, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya resmi menyerahkan bantuan alat CT Scan terbaru untuk memperkuat layanan medis di daerah tersebut.


Langkah cepat ini diambil menyusul pelayanan radiologi sempat terganggu akibat kerusakan alat CT Scan lama, yang praktis menghambat kecepatan pemeriksaan diagnostik bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat maupun penyakit dalam.


Bupati Suwardi Haseng melakukan kunjungan kerja langsung ke RSUD Latemmamala guna memastikan kesiapan fasilitas pendukung alat baru tersebut. Pada, Jumat (24/04/2026).


Kedatangan Bupati Soppeng disambut hangat oleh jajaran tenaga medis di RSUD Latemmamala, yang telah menantikan pembaruan infrastruktur kesehatan ini.


Dalam arahannya, Bupati Suwardi Haseng menjelaskan bahwa kehadiran CT Scan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan simbol hadirnya pemerintah di tengah kesulitan warga.


"Kami tidak ingin ada lagi warga Soppeng yang harus dirujuk jauh ke luar daerah hanya untuk melakukan pemindaian (scanning). Dengan alat canggih dari Kemenkes ini, diagnosis penyakit akan jauh lebih akurat dan cepat," ujar Bupati Suwardi Haseng.


Bupati Soppeng menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.


Beliau berharap alat ini dijaga dengan baik oleh pihak rumah sakit agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.


Semoga dengan beroperasinya CT Scan baru ini, standar pelayanan kesehatan di Kabupaten Soppeng semakin unggul, angka harapan hidup meningkat, dan RSUD Latemmamala menjadi rujukan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat, pungkas Bupati Suwardi Haseng. (***)
💙Y2

Kamis, 23 April 2026

Satu Komando! KBPP Polri Sulsel Siap Jadi Garda Terdepan Dukung Program Polri

SULSELKINI.COM MAKASSAR – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika media sosial, institusi Polri terus memperkuat sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui optimalisasi peran Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri sebagai garda terdepan dalam membangun opini publik yang positif.


Hal ini menjadi topik utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Tim Baintelkam Polri bersama Pengurus Daerah KBPP Polri Sulawesi Selatan di RM. Bahari, Makassar, Rabu (22/4/2026).


Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Brigjen Pol. Asep Ruswanda, S.I.K., menekankan bahwa FGD ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah konsolidasi strategis. Menurutnya, KBPP Polri memiliki posisi vital sebagai mitra Polri dalam menghadapi tantangan pemberitaan negatif.


"KBPP Polri diharapkan mampu menjadi agen pengaruh (agent of influence) yang efektif. Perannya sangat krusial dalam menetralisir opini negatif dan memperkuat tingkat kepercayaan publik melalui narasi yang positif dan objektif," tegas Brigjen Pol. Asep Ruswanda.


Ketua KBPP Polri Sulsel, Dr. Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M., menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa secara kuantitas, KBPP Polri memiliki basis massa yang besar hingga ke tingkat nasional. Namun, ia tidak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama terkait pola komunikasi dengan jajaran kepolisian di tingkat daerah.


"Kami memiliki potensi besar, namun di tingkat daerah memang masih memerlukan penguatan koordinasi. Kami berharap dukungan dan fasilitasi dari Mabes Polri agar gerak organisasi kami di daerah tetap selaras dengan kebijakan besar Polri," ujar pria yang akrab disapa IAS tersebut.


Senada dengan hal itu, Ketua KBPP Polri Kota Makassar, Yuniar Tompo, menegaskan kesiapan anggotanya di tingkat kota untuk berperan aktif. Menurutnya, hubungan emosional antara anak polisi dan institusi Polri adalah modal utama dalam menjaga stabilitas Kamtibmas.


Dukungan serupa datang dari Sekretaris KBPP Polri Sulsel, Prof. Dr. Ir. Zakir Sabara, yang menyatakan komitmen penuh organisasi untuk mengawal program-program Polri, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kegiatan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Tim Baintelkam Polri kepada pengurus KBPP Polri Sulsel sebagai simbol eratnya hubungan kedua belah pihak.


Hadir pula dalam pertemuan tersebut tokoh-tokoh penting lainnya seperti Drg. Rahmatika Dewi, S.Kg, Mulyadi, S.H, Lory Hendrajaya, serta Romi Cristian Rihi, S.E.


Dengan terlaksananya FGD ini, diharapkan muncul langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat citra Polri, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, melalui kolaborasi yang lebih modern dan komunikatif. (***)
Published 💙ya2

Kamis, 16 April 2026

Dzikir, Doa dan Pelepasan Jamaah Haji Tahun 1447 H/2026 M, Hadir Wakapolres


SULSELKINI.COM SOPPENG --Wakapolres Soppeng, Kompol Sudarmin, S.Sos., menghadiri kegiatan Dzikir, Doa dan Pelepasan Jamaah Haji Kabupaten Soppeng Tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung dengan khidmat di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng. Kamis, 16 April 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng,S.E dan Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S Dalle serta unsur Forkopimda, tokoh agama, dan para calon jamaah haji beserta keluarga.

Acara diawali dengan dzikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon kelancaran, keselamatan, serta keberkahan bagi seluruh jamaah haji yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci. Suasana haru dan penuh kekhusyukan terlihat saat para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., dalam kehadirannya menyampaikan dukungan serta doa agar seluruh jamaah haji diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Di tempat terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana,S.I.K.,M.I.K. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam memberikan perhatian kepada para jamaah haji.

Kapolres Soppeng juga menegaskan bahwa pihak Kepolisian siap mendukung penuh kelancaran rangkaian kegiatan keberangkatan hingga pemulangan jamaah haji, termasuk dalam hal pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

“Kami dari Polres Soppeng akan terus bersinergi dengan seluruh pihak guna memastikan seluruh proses keberangkatan jamaah haji berjalan aman, tertib, dan lancar. Semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan dalam beribadah dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” ujar Kapolres.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pelepasan secara simbolis jamaah haji Kabupaten Soppeng, yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
💙y2

SULSEL KINI

NASIONAL

PILKADA

GAYA HIDUP

KRIMINAL

© Copyright 2019 SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA | All Right Reserved