All Posts - SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA

Minggu, 20 September 2026

Dugaan Penyalahgunaan Alat Berat Bantuan Kementan Bikin Bupati Soppeng Rela Sewa Excavator Sendiri demi Petani


SULSELKINI.COM SOPPENG, -- Pemerintah Kabupaten Soppeng dibawah nahkoda H. Suwardi Haseng, terus berinovasi guna mengentaskan sejumlah permasalahan yang dihadapi masyarakat daerah ini, salah satunya sektor pertanian berupa perbaikan irigasi dan normalisasi sungai. 


Kepada awak media, Suwardi Haseng mengungkapkan bahwa, sektor pertanian saat ini menghadapi kendala kemarau sehingga ketersediaan air sangat krusial terlebih lagi masih adanya sejumlah irigasi dan sungai yang rusak dan mengalami pendangkalan sehinga butuh perhatian serius dari pemerintah.


"Saat ini sedang musim kemarau panjang sehingga sejumlah titik sumber air mengalami kekeringan, " Kata Bupati Soppeng, Minggu 20 September 2026.


Menurutnya, langkah cepat yang dilakukannya adalah dengan terjun langsung menemui para petani dan memintanya untuk bergotong royong untuk memperbaiki irigasi dan normalisasi sungai di sejumlah tempat salah satunya di Irigasi dan sungai Toddang Saloe di kecamatan Marioriawa, meskipun tak ada anggaran namun masih bisa dilaksanakan dengan memberikan bantuan langsung menggunakan dana pribadinya. 


Lanjutnya, selain dana, kami juga berikan bantuan berupa alat berat Excavator untuk dipakai di lokasi itu agar pekerjaan normalisasi sungai Toddang Saloe yang berada di tepian danau Tempe bisa segera terselesaikan, agar para petani tak mengalami gagal panen, ucapnya. 


Dikatakannya, untuk saat ini sudah hampir seribu meter yang dikerjakan dari 1,8 Km panjang sungai tersebut yang akan dilakukan normalisasi menggunakan dana pribadi, ini suatu bukti kepedulian Pemerintah Daerah untuk masyarakatnya, ujar orang nomor satu di Soppeng ini. 


"Perbaikan ini tanpa menggunakan anggaran pemerintah, murni dana pribadi karena memang tak ada anggarannya karena memang tak masuk dalam program pemerintah, sehingga demi mencegah kegagalan panen petani, selaku Bupati saya harus turun tangan membantu petani kita, " Terangnya. 


Bersama Dinas Pertanian, Dinas PU Bupati Soppeng menemui langsung para Petani dan kelompoknya untuk mendengarkan langsung apa yang mereka harapkan kepada pemerintah baik daerah maupun pemerintah pusat, sehingga kendala di lapangan bisa segera teratasi dengan cepat, tanpa menunggu waktu lama, Bupati langsung tindaklanjuti keluhan masyarakat. 


Untuk di ketahui dalam hal ini Bupati Suwardi Haseng rela merentalkan excavator dan bantu BBM kelompok tani. Padahal banyak excavator bantuan kementan dari program serasi sejak tahun 2018. Tapi dikuasai oleh oknum mantan pejabat di salahgunakan kewenagan mantan pejabat, proses hukum alat excavator program serasi tersebut kini di tangani oleh pihak Kejari Soppeng, berdasarkan konfrensi Pers kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan. (***)

Published Hawaya💙

Buka Tasyakuran DIROSA Angkatan VII, Ketua TP PKK Soppeng: Jangan Berhenti Belajar Al-Qur’an


SULSELKINI.COM SOPPENG — Sebanyak 211 peserta mengikuti Seminar Al-Qur’an dan Tasyakuran DIROSA Angkatan VII Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung Serbaguna Lapatau, Kabupaten Soppeng, Ahad (20/9/2026).

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Unit Khidmatul Qur’an Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Soppeng tersebut menjadi momentum syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan para peserta dalam menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa (DIROSA).

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi. Para peserta berasal dari berbagai rentang usia, mulai dari anak sekolah hingga lanjut usia.

Dalam sambutannya, Hj. Suarni Suwardi menyampaikan bahwa belajar Al-Qur’an membutuhkan perjuangan dan keistiqamahan. Terlebih bagi perempuan yang dalam kesehariannya menjalankan berbagai peran, mulai sebagai istri, ibu, pengelola rumah tangga, pendamping keluarga hingga bagian dari masyarakat.

Ia menggambarkan bahwa perjuangan belajar Al-Qur’an terkadang hadir dalam hal-hal sederhana, seperti menyempatkan diri membaca mushaf di tengah kesibukan, mengulang bacaan yang masih sulit, serta tetap datang untuk belajar meskipun harus membagi waktu dengan berbagai tanggung jawab.

“Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada para peserta.

Hj. Suarni Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada peserta DIROSA, para ustadzah dan pengajar, keluarga, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa tasyakuran dan selesainya pembelajaran DIROSA bukanlah akhir dari perjalanan bersama Al-Qur’an.

“Jadikan wisuda ini bukan sebagai akhir dari perjalanan, tetapi sebagai awal dari persahabatan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an,” pesannya.

Selain sambutan, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui materi “Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan” yang disampaikan oleh Ustadzah dr. Hj. Marlina Since, S.Ked.

Materi tersebut mengajak peserta untuk memaknai Al-Qur’an bukan sekadar sebagai bacaan, tetapi sebagai petunjuk dan cahaya kehidupan. Kecintaan kepada Al-Qur’an diwujudkan dengan membaca, mempelajari, memahami, menghayati, mengamalkan, mengajarkan hingga mengajak orang lain untuk mencintai Al-Qur’an.

Peserta juga diingatkan agar kedekatan dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Marlina juga menekankan pentingnya meneladani Rasulullah ﷺ dalam hidup bersama Al-Qur’an, dengan menghafal, mengajarkan, mengamalkan dan menyampaikannya kepada umat.

Tasyakuran DIROSA Angkatan VII ini pun menjadi momentum untuk menguatkan kembali komitmen para peserta agar terus membaca, belajar, memperbaiki bacaan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Dengan 211 peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar Al-Qur’an dapat tumbuh pada setiap fase kehidupan. Penyelesaian pembelajaran DIROSA diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat.


Published Hawaya💙

Sabtu, 19 September 2026

Suwardi Haseng Wujudkan Rumah Layak Bagi Warga, Soppeng Raih Penghargaan 3 Juta Rumah dari Kemendagri


SULSELKINI.COM SOPPENG — Kabupaten Soppeng kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat regional. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, Soppeng berhasil meraih Penghargaan Terbaik II pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat kabupaten dalam ajang bergengsi
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Makassar, Jumat (18/9/2026) malam.


Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kepedulian Bupati H. Suwardi Haseng dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi warga berpenghasilan rendah hingga kelompok masyarakat miskin ekstrem di Bumi Latemmamala.


Dalam ajang nasional ini, Soppeng berada di posisi kedua setelah Kabupaten Morowali (Terbaik I) dan mengungguli Kabupaten Donggala yang menempati posisi ketiga.

Program 3 Juta Rumah sendiri merupakan kategori baru unggulan Kemendagri yang dinilai secara krusial dan ketat bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Badan Pusat Statistik (BPS).


Penilaian berbasis data kuantitatif objektif dan transparan ini melihat sejauh mana terobosan daerah dalam mengurangi angka keterbelian rumah 


Pencapaian luar biasa ini diraih berkat berbagai inovasi dan kebijakan taktis yang didorong langsung oleh Bupati H. Suwardi Haseng, di antaranya:

Kemudahan dan Akses Perizinan. Memangkas birokrasi perizinan pembangunan perumahan sehingga mempermudah pengembang lokal bergerak cepat.


Pengoptimalan Lahan Efektif. Mengalokasikan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan milik daerah untuk hunian terjangkau.


Regulasi Berkelanjutan. Menghadirkan payung hukum dan kebijakan daerah yang secara konsisten berpihak pada kesejahteraan warga.


Penghargaan ini makin melengkapi kejayaan Sulawesi Selatan yang juga berhasil menyabet predikat Terbaik I pada kategori tingkat provinsi, serta Kota Makassar sebagai Terbaik I di tingkat kota.


Capaian manis ini mempertegas bahwa di tangan dingin Bupati Suwardi Haseng, Kabupaten Soppeng tidak hanya berkembang pesat secara infrastruktur, tetapi juga hadir secara nyata memenuhi kebutuhan paling mendasar seluruh lapisan masyarakatnya. (***)

Published Hawaya 💙

Jumat, 18 September 2026

Bupati Soppeng Hadiri Rakor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Regional Sulawesi

SULSELKINI.COM MAKASSAR — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng yang didampingi kepala Balitbangda Andi Agus Nongki menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Regional Sulawesi yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Rakor tersebut mempertemukan pemerintah daerah se-Sulawesi dengan pemerintah pusat untuk membahas strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029 sesuai arah RPJMN 2025–2029.

Forum tersebut menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E. Sonny dilantik sebagai Wakil Kepala BPS oleh Presiden pada 19 Februari 2025 dan hingga 2026 masih menjabat pada posisi tersebut.

Selain itu, rakor melibatkan unsur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memberikan arahan mengenai strategi percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam forum regional tersebut berlangsung di tengah capaian pertumbuhan ekonomi Soppeng yang cukup tinggi. Data BPS yang dipublikasikan untuk Triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi Soppeng sebesar 9,39 persen.

Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang tercatat 6,88 persen pada periode yang sama. Soppeng juga masuk dalam kelompok lima daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.

Dalam kebijakan pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu indikator makro yang menjadi perhatian. Pada rancangan KUA-PPAS 2027, pertumbuhan ekonomi Soppeng diproyeksikan berada pada kisaran 4,83 persen hingga 6,12 persen, disertai sasaran penurunan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan PDRB per kapita.

Rakor percepatan pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi  dirangkaian dengan  kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang berlangsung di Makassar. Agenda apresiasi tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat malam dan memberikan penghargaan pada sejumlah bidang pelayanan dasar serta pengelolaan lingkungan.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah se-Sulawesi mendapat ruang untuk menyelaraskan arah kebijakan ekonomi daerah dengan agenda pemerintah pusat, terutama dalam menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat sektor-sektor yang menjadi penggerak ekonomi daerah.

Published Hawaya 💙

Bupati Soppeng dan BPN Sepakati MoU Pelayanan Pertanahan serta Integrasi NIB-NOP


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta pemerintah kecamatan dan desa menyiapkan data yang akurat dalam pelaksanaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), khususnya pada kawasan hutan cadangan.

Pesan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Soppeng Tahun Anggaran 2026 di Aula Rapat Triple 8 The River Side, Kamis (17/9/2026).

Rakor tersebut digelar untuk mendukung pelaksanaan reforma agraria melalui TORA, sekaligus mendukung kebijakan nasional dan pemenuhan kebutuhan atas tanah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kegiatan dihadiri oleh kepala BPN Soppeng, Agustini Pujiastuti dan diikuti seluruh instansi dan SKPD yang tergabung dalam Tim GTRA, unsur Forkopimda, serta jajaran terkait. Bupati Soppeng bertindak sebagai Ketua GTRA secara ex officio, sementara Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng selaku Ketua Pelaksana.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menekankan perlunya kesamaan arah kebijakan dalam mengidentifikasi, memetakan, dan menetapkan tanah yang menjadi objek reforma agraria. Hal tersebut menjadi dasar agar penataan tanah tepat sasaran dan memberi kepastian hukum bagi masyarakat.

Khusus lokasi fokus TORA kawasan hutan, Bupati meminta Camat, Lurah, dan Kepala Desa proaktif berkoordinasi dengan BPKH dan Kantor Pertanahan.

“Siapkan data yang valid, objektif, dan faktual agar proses pelepasan kawasan hutan cadangan menjadi TORA benar-benar tepat sasaran, memberikan kepastian hukum bagi rakyat, dan bebas dari konflik di kemudian hari,” tegasnya.

Menurut Bupati, penataan kawasan hutan melalui TORA perlu memperhatikan keseimbangan antara produktivitas ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus memastikan bahwa pengalihan pemanfaatan tanah menjadi hak milik masyarakat akan meningkatkan produktivitas ekonomi lokal, tanpa mengabaikan kelestarian daya dukung lingkungan hidup di Bumi Latemmamala,” ujarnya.

Sejalan dengan agenda penataan tanah tersebut, rakor juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama di bidang pertanahan dan perpajakan daerah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng menandatangani MoU tentang Peningkatan Pelayanan Bidang Pertanahan.

Penandatanganan juga melibatkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Soppeng. Bersama Kantor Pertanahan, BPKPD menyepakati dua PKS, yakni tentang Integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) Tanah dan Nomor Objek Pajak (NOP), serta Pengembangan dan Pemanfaatan Zona Nilai Tanah (ZNT).

Kerja sama integrasi NIB dan NOP diarahkan untuk menghubungkan data bidang tanah dengan data objek pajak secara lebih terpadu. Pemadanan kedua identitas tersebut membantu memperjelas keterkaitan bidang tanah dengan objek pajaknya berdasarkan identitas dan lokasi.

Keterhubungan data itu diharapkan memudahkan petugas dalam mencari dan memverifikasi informasi. Pertukaran serta pemanfaatan data akan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi dengan dukungan teknologi informasi.

Bagi masyarakat, integrasi tersebut dapat membantu proses klarifikasi, pemutakhiran, dan perbaikan data objek pajak. Ketika terdapat perbedaan antara data bidang tanah dan PBB-P2, keterkaitan NIB dan NOP dapat membantu petugas menelusuri objek yang dimaksud untuk menentukan data yang perlu diverifikasi.

Sementara itu, kerja sama pengembangan dan pemanfaatan ZNT berkaitan dengan penyediaan informasi nilai tanah yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kewenangan kedua instansi.

Selain membahas TORA dan pelayanan pertanahan, Bupati meminta GTRA mulai mengidentifikasi dan menginventarisasi tanah-tanah potensial untuk dimasukkan ke dalam Badan Bank Tanah. Tanah tersebut dapat mendukung kebutuhan pembangunan daerah, kepentingan umum, pemerataan ekonomi, dan konsolidasi lahan.

Suwardi Haseng menilai koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan reforma agraria, mulai dari pemerintah daerah, Kantor Pertanahan, kehutanan, Forkopimda, hingga jajaran pemerintah desa.

“Sinergi lintas sektor antara Pemerintah Daerah, Kantor Pertanahan, Kehutanan, Forkopimda, hingga jajaran pemerintah desa adalah kunci utama keberhasilan program ini,” kata Suwardi.

Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga integritas, menghindari maladministrasi, serta mengutamakan pendekatan persuasif dan solutif dalam pelaksanaan reforma agraria.

Melalui rakor dan penandatanganan kerja sama tersebut, Pemkab Soppeng memperkuat koordinasi pelaksanaan TORA sekaligus menata keterhubungan data pertanahan dan perpajakan untuk mendukung pelayanan masyarakat.

Published Hawaya 💙

Rabu, 16 September 2026

Bupati Soppeng Peduli Sosial dengan Salurkan Zakat


SULSELKINI.COM  SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengajak masyarakat meneladani kepedulian sosial Nabi Muhammad SAW melalui zakat. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pendistribusian zakat di Masjid Jami Hidayatullah Salaonro, Kecamatan Lilirilau, Rabu (16/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, zakat disalurkan kepada 670 penerima yang berasal dari 8 desa dan 4 kelurahan se-Kecamatan Lilirilau.

Penerima zakat terdiri atas imam masjid dan wakil imam masjid sebanyak 180 orang, pembina TPA/TPQ 96 orang, masyarakat tidak mampu dan siswa santri dari 11 madrasah sebanyak 380 orang, muallaf 2 orang, serta pelaku usaha kecil dan rentan sebanyak 12 orang.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk merefleksikan kembali kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

Salah satu sifat Rasulullah yang perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, menurut Suwardi, adalah kepedulian terhadap sesama.

“Beliau adalah pelindung bagi anak-anak yatim, pembela kaum dhuafa, dan teladan utama dalam mengikis jurang pemisah antara si kaya dan si miskin,” kata Suwardi.

Menurut Bupati, Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan pendistribusian zakat oleh UPZ KUA Kecamatan Lilirilau menjadi kesempatan untuk mempraktikkan keteladanan Rasulullah melalui penyaluran hak masyarakat yang membutuhkan.

“Maulid Nabi tidak berhenti pada pembicaraan keteladanan Nabi di atas mimbar, tetapi kita langsung mempraktikkannya melalui penyaluran hak-hak saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Suwardi Haseng juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UPZ KUA Kecamatan Lilirilau yang telah bekerja memobilisasi, mengelola, dan mendistribusikan zakat.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para muzakki atau pembayar zakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada penerima manfaat.

Kepada para mustahik, Bupati berpesan agar zakat yang diterima dipandang sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT yang disampaikan melalui tangan sesama.

Suwardi juga mengajak seluruh pihak mendoakan agar para penerima manfaat zakat tersebut kelak dapat bertransformasi menjadi muzakki.

“Terimalah zakat ini sebagai bentuk kasih sayang Allah melalui tangan sesama. Mari kita doakan bersama agar di masa depan dapat bertransformasi menjadi muzakki,” katanya.

Suwardi kemudian mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid dan penyaluran zakat sebagai pemantik untuk memperkuat semangat gotong royong.

Menurut Bupati, pembangunan Kabupaten Soppeng membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Dengan semangat Yassisoppengi, dan kepedulian yang tinggi, kita akan memiliki fondasi yang kokoh untuk bersama-sama membangun Bumi Latemmamala yang kita cintai ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Jami Hidayatullah Salaonro dan Majelis Ta’lim yang telah bekerja keras menyelenggarakan syiar Islam tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng beserta jajaran, Camat Lilirilau bersama unsur Tripika Kecamatan, Kepala KUA Kecamatan Lilirilau selaku pembina UPZ, kepala desa dan lurah bersama Babinsa serta Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, Majelis Ta’lim, pengurus organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, serta para penerima manfaat zakat.

Published Hawaya💙

Selasa, 15 September 2026

Penyalahgunaan 5 Ekskavator Kementan di Soppeng Naik Sidik, Petani Jadi Korban


SULSELKINI.COM SOPPENG -- Kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Soppeng resmi memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menaikkan status penanganan perkara penyalahgunaan ekskavator  Kementerian Pertanian (Kementan) RI dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. 


Langkah tegas tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., dalam konferensi pers di Kantor Kejari Soppeng. pada Selasa (15/09/2026).


Dalam jumpa pers tersebut, Kajari Sulta didampingi oleh jajaran pejabat utamanya, Nazamuddin, S.H., M.H. (Kepala Seksi Intelijen). Widyatmoko, S.H. (Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus). Yusufi Fitrohansyah, S.H. (Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti). Muhammad Reza Murti, S.H., M.H. (Kabsus Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa, dan Eksekusi Seksi Pidsus)


Penyelidikan mendalam menemukan adanya peristiwa pidana terkait pengelolaan bantuan alsintan berupa ekskavator periode 2018 hingga 2026 dalam program serasi. Bantuan yang sejatinya ditujukan untuk menunjang program pertanian, meningkatkan produktivitas, serta kesejahteraan petani lokal, justru dikuasai dan dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.


Total terdapat 5 unit ekskavator yang dialihkan secara melawan hukum demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, terang Kajari Soppeng. 


Adapun modus operandi penyimpangan yang ditemukan penyidik mencakup. Penyaluran Non-Prosedural: Alat berat disalurkan tanpa menyusuri mekanisme resmi.


Tanpa Dokumen Sah: Penyerahan dilakukan tanpa dilengkapi dokumen serah terima yang valid.


Penyimpangan Penerima: Pengalihan alat kepada pihak yang tidak pernah mengajukan permohonan.


Komersialisasi Bantuan: Ekskavator disewakan untuk kepentingan pribadi demi mengeruk keuntungan finansial.


Dampak nyata dari praktik penyelewengan ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Petani yang seharusnya menikmati fasilitas negara untuk meningkatkan hasil panen justru terlantar, sementara pelayanan publik di bidang pertanian terganggu.


Kajari Sulta D. Sitohang menegaskan bahwa tim penyidik Bidang Pidsus Kejari Soppeng kini berfokus mengumpulkan serta melengkapi alat bukti untuk membuat terang perkara hingga menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.


Langkah hukum ini juga sejalan dengan Program Prioritas Jaksa Agung RI dalam memberantas korupsi yang menyentuh hajat hidup orang banyak, mencegah kebocoran anggaran, serta mengoptimalkan pemulihan kerugian negara.


"Demi keadilan bagi masyarakat banyak dan demi marwah penyelenggaraan negara yang bersih, tim penyidik akan melaksanakan kegiatan penyidikan dengan berintegritas, adil, dan humanis. Semoga ini menjadi jawaban bagi para petani yang selama ini menunggu keadilan dan kepastian," tegas Kajari Soppeng. (***)

Published Hawaya 💙

Senin, 14 September 2026

Bupati Soppeng Serahkan Sertifikat Penghargaan kepada Atlet dan Pelatih Berprestasi


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyerahkan sertifikat penghargaan kepada atlet dan pelatih berprestasi pada peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-XLIII Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Soppeng, Senin (14/9/2026).

Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis sebelum upacara dimulai. Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Kabupaten Soppeng sebagai bentuk apresiasi kepada atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga.

Suwardi Haseng yang bertindak sebagai pembina upacara kemudian membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir dalam peringatan HAORNAS yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar.”

Dalam sambutan tersebut, Menpora menempatkan olahraga sebagai investasi bangsa. Aktivitas olahraga dinilai memiliki peran besar dalam membentuk manusia Indonesia yang sehat, disiplin, tangguh, produktif, berkarakter dan berprestasi.

Tema HAORNAS tahun ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang ikut mendorong agenda pembangunan, terutama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.

Ada lima arah olahraga yang ditekankan sebagai bagian dari pembangunan. Pertama, olahraga harus menjadi bagian dari pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. Kedua, pemerintah daerah didorong menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif.

Ketiga, olahraga perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Keempat, keberhasilan pembangunan olahraga harus dilihat dari perubahan perilaku masyarakat. Kelima, pembangunan olahraga harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan.

Suwardi Haseng menyampaikan kembali ajakan Menpora agar masyarakat mulai mengubah kebiasaan dari pasif menjadi aktif, kemudian dari aktif menjadi bugar dan dari bugar menjadi produktif.

Menurut Menpora, prestasi olahraga juga tetap harus dikembangkan. Namun, prestasi tersebut perlu ditopang ekosistem olahraga yang mencakup budaya olahraga, olahraga prestasi dan industri olahraga.

Pemerintah daerah memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem tersebut karena berada paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, gerakan olahraga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Menpora juga mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing. Upaya membangun Indonesia yang bugar, menurutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa dan tidak dapat dibebankan kepada satu kementerian saja.

Peringatan HAORNAS 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk mendorong perubahan menuju masyarakat yang lebih aktif dan bugar.

Sambutan tersebut ditutup dengan ajakan, “Ayo Bergerak, Ayo Berolahraga, Ayo Bugarkan Indonesia.”

Upacara HAORNAS di Soppeng turut dihadiri unsur Forkopimda, Pj. Sekda, para Staf Ahli, Asisten Sekretariat Daerah, kepala SKPD, kepala bagian Setda, camat, serta lurah dan kepala desa.

Published Hawaya 💙

Minggu, 13 September 2026

Bupati Soppeng Tegaskan MBG Harus Berjalan Sesuai Mekanisme, Kebersihan dan Gizi Jadi Perhatian


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng menegaskan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu harus berjalan sesuai mekanisme dan standar yang telah ditetapkan. Kebersihan, keamanan makanan, kualitas gizi hingga ketepatan waktu penyajian menjadi perhatian utama.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Soppeng saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).

Bupati mengatakan MBG merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang memiliki tujuan besar dalam menyiapkan generasi bangsa. Karena itu, pelaksanaannya di tingkat daerah harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak yang terlibat.

“Pemerintah daerah tidak main-main dan menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Gabungan Mitra MBG untuk menyukseskan penyelenggaraan MBG di Kabupaten Soppeng,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Ia meminta mitra pelaksana memastikan empat hal utama, yakni higienitas, standar gizi yang optimal, ketepatan waktu penyajian serta kualitas bahan pangan.

Menurut Bupati, standar tersebut tidak boleh dianggap sebagai bagian administratif semata. Makanan yang disiapkan menyasar kelompok penerima manfaat yang membutuhkan asupan bergizi dan aman, mulai dari anak sekolah dan santri hingga balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Karena itu, proses penyelenggaraan MBG harus dikawal sejak bahan pangan disiapkan, makanan diolah di dapur SPPG, hingga diterima oleh penerima manfaat.

Pemkab Soppeng juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut melalui peran sebagai fasilitator sekaligus melakukan pengawasan. Dukungan itu antara lain berupa fasilitasi lahan dapur SPPG, penyediaan dan verifikasi data riil penerima manfaat, serta penyediaan laboratorium daerah untuk pengujian sampel makanan secara berkala.

Pengujian sampel dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari zat berbahaya maupun bakteri yang dapat memicu keracunan. Pengawasan berkala terhadap higienitas dan sanitasi dapur juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah.

Di tengah tuntutan menjaga kualitas tersebut, perkembangan pelaksanaan MBG di Soppeng terus berjalan. Ketua Panitia Peringatan Maulid Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, melaporkan saat ini terdapat 18 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG.

Jumlah tersebut menunjukkan cakupan pelaksanaan program yang semakin luas di daerah. Bersamaan dengan itu, kebutuhan untuk memastikan setiap dapur SPPG bekerja dengan standar yang sama juga semakin penting.

Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia.”

Tema tersebut menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam kegiatan. Semangat berbagi dipertemukan dengan tanggung jawab menyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi penerima manfaat.

Bupati juga mengaitkan momentum Maulid dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan kehidupan secara profesional dan bertanggung jawab. Nilai tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Lebih jauh, Bupati menempatkan MBG sebagai investasi untuk menyiapkan generasi masa depan Soppeng. Anak-anak dari Bumi Latemmamala diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, religius, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dengan cakupan 18 SPPG yang saat ini beroperasi, Bupati meminta seluruh unsur yang terlibat menjaga kualitas pelaksanaan program. Pemerintah daerah, mitra MBG dan pihak terkait lainnya perlu memastikan program nasional tersebut benar-benar memberi manfaat kepada penerima, sekaligus memenuhi standar keamanan pangan dan gizi.

Bupati mengajak seluruh pihak bergandengan tangan menyukseskan MBG secara profesional demi masa depan anak-anak Soppeng dan terwujudnya Kabupaten Soppeng yang sehat, maju, berdaya saing dan sejahtera.

PB Hawaya 💙

Kamis, 10 September 2026

Hadiri Maulid Nabi di Leworeng Bupati Soppeng Komitmen Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat


SULSELKINI.COM SOPPENG, — Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat semangat Yassisoppengi (kebersamaan dan persatuan khas Soppeng) dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan tersebut disampaikan Suwardi Haseng saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda, Leworeng, Kecamatan Donri-donri, Rabu (9/9/2026) malam.


Dalam sambutannya, Bupati Suwardi menegaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberi teladan nyata tentang cara menyatukan perbedaan melalui akhlak mulia, rasa persaudaraan, dan sikap saling menghormati. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus dirawat dalam menjaga kondusivitas serta memajukan daerah.


"Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam hidup berbangsa dan bernegara. Mari bersama menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah untuk memajukan Bumi Latemmamala yang kita cintai bersama," ujar Bupati Suwardi di hadapan jamaah.


Lebih lanjut, Bupati Suwardi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Soppeng saat ini terus berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar publik, seperti percepatan pembangunan jalan dan jembatan, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga perbaikan jaringan irigasi.

Kendati demikian, Suwardi Haseng mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Partisipasi aktif dan budaya gotong royong dari warga menjadi kunci utama.


"Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat Yassisoppengi, gotong royong, dan kepedulian yang tinggi, kita memiliki fondasi yang kokoh untuk membangun daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan penuh berkah," tandasnya


Acara peringatan Maulid yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pertanian H. Asis Dahlan, Camat Donri-donri, kepala desa setempat, serta tokoh masyarakat Leworeng. 


Di akhir acara, Bupati Suwardi menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Nurul Huda dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan syiar Islam sekaligus wadah silaturahmi warga tersebut. (***).

Published Hawaya 💙

Selasa, 08 September 2026

Ketua TP PKK Soppeng Lantik Kader KISAK untuk Perkuat Kesadaran Dokumen Kependudukan


SULSELKINI.COM SOPPENG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj Suarni Suwardi, mengajak kader PKK dan Kader Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) ikut mendorong keluarga di Soppeng lebih tertib mengurus dokumen kependudukan.
Ajakan itu disampaikan Hj Suarni saat membuka Sosialisasi KISAK tingkat Kabupaten Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan pelantikan Kader KISAK yang berasal dari delapan kecamatan. Para kader itu ditetapkan melalui SK Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Nomor 06/Kep/PKK.Kab/IX/2026 tentang Penetapan Kader Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026.

Di hadapan para kader, Hj Suarni mengatakan urusan administrasi kependudukan sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Kartu Keluarga, KTP elektronik, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran hingga akta kematian menjadi dokumen yang dibutuhkan masyarakat ketika mengakses berbagai pelayanan publik.

“Kesadaran administrasi kependudukan harus kita mulai dari keluarga,” kata Hj Suarni.

Menurutnya, setiap keluarga perlu memastikan dokumen kependudukannya lengkap dan datanya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perubahan dalam keluarga juga perlu segera diikuti dengan pembaruan dokumen kependudukan.

Karena itu, ia meminta kader PKK dan Duta KISAK yang telah mendapatkan pembekalan untuk meneruskan informasi tersebut kepada keluarga dan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kepada seluruh kader PKK dan Duta KISAK, saya berharap dapat menjadi teladan, edukator, fasilitator dan penggerak bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah memberikan sambutan, Hj Suarni juga menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi tersebut. Ia membawakan materi “Penguatan Peran TP PKK dalam Mewujudkan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK)”.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran TP PKK sebagai edukator, mediator, fasilitator, penggerak dan mitra pemerintah dalam membantu keluarga memahami serta memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.
Peran kader, menurutnya, menjadi penting karena mereka berhubungan langsung dengan keluarga dan masyarakat di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.

Hj Suarni juga mengajak jajaran TP PKK memperkuat koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan serta pihak terkait lainnya agar informasi dan pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Soppeng, Musriadi, SH, MH, memberikan materi “Penguatan Kualitas Administrasi Kependudukan sebagai Pondasi Pelayanan Publik.”
Musriadi menekankan bahwa kualitas data kependudukan menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Data kependudukan bukan hanya banyak, tapi benar, aman, konsisten, dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Musriadi juga memperkenalkan sejumlah inovasi pelayanan yang dijalankan Dinas Dukcapil Soppeng. Di antaranya Bayi Lahir Pulang Bawa Akta, perekaman KTP elektronik di sekolah, penerbitan Kartu Identitas Anak melalui kerja sama dengan instansi terkait, serta perekaman KTP elektronik bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

Sosialisasi tersebut diikuti jajaran Dinas Dukcapil Soppeng, pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng, Ketua TP PKK kecamatan, kelurahan dan desa se-Kabupaten Soppeng, Ketua Pokja I TP PKK kecamatan, Duta KISAK serta calon Kader KISAK.

Melalui kegiatan itu, Hj Suarni berharap kader yang telah dilantik dan mendapatkan pembekalan dapat membawa pengetahuan tentang administrasi kependudukan ke lingkungan masing-masing.

Pesan yang dibawa dalam gerakan KISAK tersebut dirangkum dalam satu ajakan, “Satu Keluarga, Tertib Administrasi Kependudukan.”

Kegiatan tersebut dihadiri  Ketua 1 Bidang Pembinaan karakter keluarga dr. Hj. Rahmawati, M.kes.Sp.MK, Plt.Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Soppeng Musriadi, SH, MH, para staf ahli,  serta Pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng. Hadir pula Ketua TP PKK kecamatan, kelurahan dan desa se-Kabupaten Soppeng bersama anggotanya, Ketua Pokja I TP PKK kecamatan, para Duta KISAK serta Kader KISAK.

Published Hawaya 💙

Sabtu, 05 September 2026

Tuntut Efek Jera, LSM SIDIK Minta Polres Soppeng Tak Pandang Bulu Usut Kasus Eksploitasi Anak


SULSELKINI COM SOPPENG — Kasus dugaan tindak pidana eksploitasi seksual, pelecehan fisik, hingga persetubuhan yang menimpa seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Kabupaten Soppeng menuai sorotan tajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SIDIK Kabupaten Soppeng meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Soppeng, untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ketua LSM SIDIK Kabupaten Soppeng, Mahmud Cambang, mengapresiasi ketegasan dan respons cepat jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng dalam membongkar praktik kejahatan terhadap anak di bawah umur tersebut. Namun, ia menegaskan proses hukum harus terus dikawal hingga tuntas, Sabtu (5/09/2026). 

"Kami mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polres Soppeng yang berhasil membongkar kasus ini. Namun, kami meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan transparan kepada publik.

Siapa pun yang terlibat, termasuk dua nama yang kini tengah dibidik, harus dibuka secara terang benderang agar masyarakat tahu penegakan hukum di Soppeng berdiri tegak," tegas Mahmud Cambang.

Ia menambahkan, penanganan tegas dan hukuman maksimal sangat krusial diberikan kepada para pelaku demi memberikan efek jera yang nyata, sekaligus mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.

Terlebih lagi, kasus yang menimpa remaja 17 tahun ini telah menyita perhatian publik luas hingga menjadi sorotan nasional.

Kejelasan penanganan perkara ini dinilai menjadi ujian penting bagi transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di wilayah Hukum Polres Soppeng dalam melindungi kelompok rentan dan anak di bawah umur. (***)

PB ya2💙

Maulid Di Mesjid Babuttaubah Pajalesang, Bupati Soppeng Tekankan Teladan Nabi dalam Piagam Madinah


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan masyarakat agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW, termasuk dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati.

Hal itu disampaikan Bupati Soppeng dalam sambutannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang.

"Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia," Ungkap Bupati Suwardi. 

Bupati Suwardi juga menyoroti keteladanan Rasulullah SAW dalam menyatukan berbagai perbedaan dan membangun harmoni di tengah masyarakat. Ia menyebut Piagam Madinah sebagai salah satu contoh bagaimana Rasulullah membangun tatanan masyarakat yang saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah, sekaligus meningkatkan empati, saling membantu dan bersama-sama dalam kebaikan.

Semangat tersebut, kata dia, penting untuk mendukung pembangunan Bumi Latemmamala.

Di hadapan jamaah Maulid, Suwardi juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Yassisoppengi, gotong royong dan kepedulian sebagai kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Soppeng agar semakin maju, berdaya saing dan penuh berkah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Babuttaubah Pajalesang dan panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari syiar Islam.

Ia berharap kegiatan Maulid yang menjadi ruang silaturahmi masyarakat itu mendapat nilai ibadah di sisi Allah SWT.

Dalam acara tersebut, Bupati Soppeng hadir bersama Camat dan unsur Forkopimca Lilirilau, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus serta panitia Masjid Babuttaubah dan jamaah.

PB ya2,💙IWO

Kecam Keras Tragedi Kekerasan Seksual di Lalabata, Tokoh Agama Soppeng Minta Polisi Usut Tuntas


SULSELKINI.COM SOPPENG — Skandal dugaan kejahatan seksual yang mengguncang Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mendadak jadi sorotan publik nasional. Kasus yang melibatkan dugaan persekongkolan banyak pelaku di sebuah hotel kawasan Jalan Merdeka, Laburawung, Kecamatan Lalabata pada Minggu malam (23/8/2026) ini memicu reaksi keras dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.


Polres Soppeng bergerak cepat dengan mengamankan delapan orang terduga pelaku berinisial A, AS, AT, B, AR, AN, H, dan R. Selain memburu dua orang terduga pelaku lainnya yang masih didalami penyidik, polisi juga memberlakukan penanganan khusus terhadap satu anak di bawah umur sesuai koridor hukum yang berlaku.


Dari tempat kejadian perkara (TKP), aparat mengamankan barang bukti kunci yang memperkuat konstruksi perkara. Pakaian milik korban. Uang tunai sebanyak 22 lembar dalam berbagai pecahan. 8 unit telepon seluler (smartphone). 1 unit SUV mewah Toyota Fortuner warna putih dengan nomor polisi DP 1926 LI


Para tersangka kini terancam hukuman berat dengan jeratan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya Pasal 12 juncto Pasal 15 ayat (1) huruf e dan g.


Tragedi kekerasan seksual ini tidak hanya mencederai rasa kemanusiaan, tetapi juga merusak marwah daerah yang dikenal religius. Menanggapi situasi yang memanas, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Soppeng mengambil sikap tegas mendesak pengusutan tuntas tanpa pandang bulu.


Ketua PCNU Kabupaten Soppeng, Ahmad Wardiman, mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa perbuatan ini adalah kezaliman nyata yang melanggar nilai agama maupun etika sosial.


"Jika dugaan ini benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi perbuatan zalim yang mencederai nilai-nilai agama dan mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng. PCNU bersama seluruh elemen masyarakat siap mengawal proses hukum ini hingga korban mendapatkan keadilan sejati," tegas Ahmad Wardiman, Rabu (2/9/2026).


Senada dengan NU, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Soppeng, Arsyad Makmur, menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menolak keras segala bentuk normalisasi terhadap tindak kekerasan seksual.


"Muhammadiyah tidak akan pernah membenarkan atau menormalisasi pelecehan seksual. Ini adalah tindakan yang merendahkan martabat manusia. Siapa pun pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara transparan di hadapan hukum," ujar Arsyad.


Muhammadiyah juga mendesak jaminan perlindungan penuh serta pendampingan psikologis bagi korban agar terhindar dari potensi intimidasi maupun tekanan dari pihak-pihak tertentu.


Kini, publik menyoroti setiap langkah penyidikan di Polres Soppeng. Untuk menuntaskan kasus ini hingga terciptanya keadilan dalam penegakan hukum di bumi Latemmamala. (***) 


Sumber: wartasulselnews.com

Kamis, 03 September 2026

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁! 𝗠𝗮𝗴𝗶𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗻𝗮𝗷𝗲𝗺𝗲𝗻 𝗨𝗻𝗶𝗽𝗼𝗹 𝗦𝗼𝗽𝗽𝗲𝗻𝗴 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝘁𝗮𝘁𝘂𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗸𝗿𝗲𝗱𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶


SULSELKINI .COM SOPPENG — Program Studi Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng berhasil meraih Status Terakreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).

Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan LAMEMBA Nomor 266/DE/A.5/LAMEMBA-U/VIII/2026 tentang Status Terakreditasi Unggul Program Studi Manajemen pada Program Magister Universitas Lamappapoleonro, Kabupaten Soppeng. 

Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Agustus 2026. Untuk diketahui Lamemba adalah lembaga resmi yang diberi kepercayaan oleh Kemenristekdikti untuk menentukan tingkat akreditasi program studi Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi di Indonesia.

Rektor UNIPOL Soppeng, Dr. Hj. Andi Adawiah, SE, MM, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja bersama selama proses akreditasi yang berlangsung cukup panjang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen UNIPOL, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, mengatakan predikat Unggul menjadi bukti semakin kuatnya kualitas akademik UNIPOL sebagai perguruan tinggi yang lahir dan berkembang di Soppeng. “Status Unggul itu tak bisa diperoleh dengan mudah. Prosesnya panjang dengan ratusan persyaratan dan berbagai aspek yang harus dipenuhi. Ini menunjukkan bahwa kualitas Magister Manajemen UNIPOL telah mampu bersaing dengan program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nurmal, pencapaian tersebut juga menjadi kabar baik bagi alumni dan mahasiswa Magister Manajemen UNIPOL karena memberikan pengakuan mutu yang semakin kuat terhadap program studi yang mereka tempuh. “Ini tak hanya angka atau predikat di atas kertas. Status Unggul adalah hasil kerja bersama sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Magister Manajemen Unipol sendiri adalah program studi terbaru yang dimiliki kampus ini. Program ini menjadi terobosan dan lompatan besar dunia pendidikan di Soppeng karena menjadi program pertama yang menghasilkan lulusan magister manajemen di Soppeng. (sah/ren)

Published Hawaya 💙IWO

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bupati Soppeng Inspeksi Cek Kesehatan Gratis dan Kelayakan Asrama 270 Siswa SRT


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, turun langsung memantau proses registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 270 calon siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT), Jumat (28/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian penerimaan serta kesiapan fasilitas pendukung berjalan optimal.


Suasana proses pendaftaran berlangsung hangat. Para siswa hadir didampingi oleh keluarga, kepala desa, serta lurah masing-masing. Rincian peserta yang mengikuti tahapan ini mencakup:
- SRD (Sekolah Rakyat Dasar): 76 siswa
- SRMP (Sekolah Rakyat Menengah Pertama): 130 siswa
- SRMA (Sekolah Rakyat Menengah Atas): 64 siswa


Dari total alokasi peserta, tercatat enam siswa berhalangan hadir akibat sakit—masing-masing terdiri dari dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.


Selain memantau jalannya pemeriksaan kesehatan, Bupati Suwardi menyisir langsung fasilitas asrama yang akan menjadi hunian para siswa selama masa studi. Dalam inspeksi tersebut, ia memberikan instruksi tegas kepada pihak pengelola untuk segera menyelesaikan beberapa pekerjaan finishing.


"Kondisi tempat tinggal siswa harus dipastikan aman dan nyaman. Ini krusial agar anak-anak dapat beradaptasi dan fokus belajar selama menetap di asrama," tegas Suwardi Haseng. 


Perhatian khusus juga diarahkan pada ketersediaan sarana air bersih. Bupati meminta kontraktor penyedia, PT Waskita, untuk menjamin pasokan air bersih mengalir lancar tanpa kendala selama asrama beroperasi.


Kunjungan ditutup dengan peninjauan masjid di dalam kawasan Sekolah Rakyat Terpadu. Setelah mengamati langsung kondisi sarana dan prasarana ibadah, Bupati Suwardi mengapresiasi kesiapan bangunan tersebut yang dinilai sangat layak untuk mendukung kegiatan keagamaan serta pembentukan karakter para siswa. (***)

Published Hawaya 💙IWO

Buka Kegiatan PPTPKH-TORA, Bupati Suwardi Haseng Instruksikan Kawal Hak Tanah Masyarakat


SULSELKINI.COM SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta aparat pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan yang masuk dalam pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) segera menyiapkan data yang dibutuhkan.


Penegasan itu disampaikan Suwardi Haseng saat membuka Sosialisasi dan Pendataan Awal Kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan dan Tanah Objek Reforma Agraria di Kabupaten Soppeng, Jumat, 28 Agustus 2026.


Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional di Ruang Rapat Triple 8 The Riverside Resort, Watansoppeng.


Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menegaskan bahwa Program Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH-TORA) bukan sekadar kegiatan bagi-bagi lahan tanah negara, melainkan amanat penting pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.


"Program PPTPKH-TORA bukan sekedar kegiatan bagi-bagi lahan Tanah Negara, akan tetapi merupakan salah satu Program Prioritas Nasional yang menjadi amanat penting pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat," ujar Suwardi.


Ia menjelaskan, selama ini sering terjadi keterbatasan ruang hidup bagi masyarakat yang tinggal di sekitar atau di dalam kawasan hutan. Ketidakpastian hukum atas tanah yang dikelola bertahun-tahun kerap memicu konflik sosial dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa. Karena itu, penataan kawasan hutan ini hadir untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah serta menjadi solusi konkret penyelesaian penguasaan tanah secara adil, arif, dan bijaksana.


Mengingat sebagian wilayah Kabupaten Soppeng bersinggungan langsung dengan kawasan hutan, Suwardi menyebut tahap sosialisasi, inventarisasi, dan verifikasi ini sebagai langkah krusial untuk memastikan data subjek penerima dan objek lahan di lapangan benar-benar akurat, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.


"Saya tidak ingin ada manipulasi data yang dapat melahirkan konflik horizontal baru akibat proses pendataan yang tidak transparan," tegas Bupati Soppeng.


Secara khusus, Bupati Soppeng menginstruksikan kepada Kepala OPD terkait, Camat, Kepala Desa, dan Lurah yang wilayahnya masuk dalam usulan TORA untuk:

1. Membantu dan memfasilitasi Tim Terpadu serta Satgas yang bertugas di lapangan.
2. Memberikan edukasi dan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
3. Mengawal proses secara objektif demi kepentingan masyarakat yang berhak—bukan kepentingan segelintir pihak, penguasa, atau orang berpengaruh—serta mencegah lahan dikuasai korporasi melalui peralihan hak yang tidak sesuai tujuan awal program.


Bupati Suwardi juga menyampaikan terima kasih atas sinergi Tim Terpadu PPTPKH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kanwil BPN Sulsel, Kantor Pertanahan Soppeng, serta seluruh instansi terkait. Ia berharap legalitas aset tanah masyarakat dapat segera terwujud guna membuka akses peningkatan ekonomi melalui perhutanan sosial maupun sertifikasi tanah.


"Siapkan data dan diri untuk mengikuti proses ini dengan baik. Aparat di kecamatan, desa dan kelurahan harus memahami apa yang harus disiapkan sehingga proses inventarisasi dapat berjalan dengan baik," tambah Suwardi Haseng


Dalam sosialisasi tersebut, BPKH Wilayah VII memberikan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi, termasuk kebijakan PPTPKH, mekanisme pengajuan permohonan, serta pengisian formulir pendukung.


Tahapan awal kegiatan melibatkan wilayah Kecamatan Citta dan Desa Citta, Kecamatan Donri Donri dan Desa Pesse, serta Kecamatan Marioriwawo dan Kelurahan Tettikenrarae.


BPKH juga membuka sesi diskusi dan coaching clinic untuk memberikan penjelasan lebih rinci kepada peserta mengenai tahapan pelaksanaan serta dokumen yang harus disiapkan.


Pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi tersebut mengacu pada Peta Indikatif PPTPKH TORA berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 2216 Tahun 2026.


Kegiatan turut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Soppeng, Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng, UPTD KPH Walanae, serta unsur pemerintah provinsi. (***)

Published Hawaya💙IWO

Jumat, 28 Agustus 2026

Kebersamaan di Warkop Olleng, Doa dan Harapan untuk Ultah ke-51 Ketua PWI Soppeng


SULSELKINI.COM SOPPENG, – Tawa renyah dan aroma kopi hangat melengkapi momen istimewa di Warkop Olleng, Kamis (27/8/26) malam, Suasana kekeluargaan terasa begitu mengental saat para sahabat dan kerabat berkumpul untuk merayakan ulang tahun ke-51 Ketua PWI Soppeng, Andi Jumawi.


Meski dikemas dalam konsep yang sederhana, kemeriahan acara tetap terpancar jelas dari raut wajah para sahabat yang hadir. Gelak tawa dan obrolan hangat bergantian mengisi ruangan, membuktikan betapa eratnya tali silaturahmi yang terjalin di antara mereka.




Sejumlah tokoh dan kerabat tampak hadir memberikan selamat serta doa terbaik bagi Andi Jumawi. Anggota PWI Soppeng Hadir memberikan semangat dan ucapan selamat kepada sang ketua.


Andi Mull Makmun (Ketua IWO Soppeng) Turut hadir mempererat sinergi antarmedia, memberikan ucapan selamat yang penuh kehangatan.


H. Olleng (Pemilik Warkop Olleng) Mewakili seluruh komunitas Warkop Olleng, menyampaikan doa agar Andi Jumawi senantiasa dianugerahi kesehatan, panjang umur, dan kesuksesan dalam memimpin organisasi pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Soppeng.


Menanggapi perhatian dari para sahabat, Andi Jumawi tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. ia menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kebersamaan yang terus terjaga.


"Terima kasih banyak untuk seluruh sahabat di Warkop Olleng, kerabat PWI, IWO, dan Saudara H. Olleng. Kebersamaan dan kesederhanaan seperti inilah yang menjadi energi luar biasa bagi saya. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dengan baik," ujar Andi Jumawi penuh rasa syukur.


Acara kemudian dilanjutkan dengan makan sokko dan palekko lengkap dengan sambal serta menu lainnya yang begitu menggugah selera, dipadukan dengan nikmatnya seduhan kopi khas Warkop Olleng yang menyempurnakan hari bahagia sang Ketua PWI Soppeng. Selamat ulang tahun ke-51, Andi Jumawi! (***)

Published Hawaya💙IWO

Selasa, 25 Agustus 2026

HUT ke-8 IWO Soppeng, Momentum Perkuat Sinergi Pers dan Pemkab Soppeng


SULSELKINI.COM SOPPENG, — Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Andi Mull Makmun. 


Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Pol PP dan PMK Kabupaten Soppeng yang juga menjabat selaku Plt Kepala Kesbangpol Soppeng, Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si., saat mewakili Bupati Soppeng pada perayaan HUT ke-8 IWO Soppeng, Selasa (25/8/2026).


Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., berhalangan hadir secara langsung lantaran tengah menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, yang dilanjutkan dengan agenda kegiatan bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. 


Meski demikian, sebelum acara dimulai, Bupati telah melakukan kontak telepon secara khusus untuk memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Ketua IWO Soppeng, Andi Mull Makmun.


Dalam amanat yang dibacakan oleh Andi Muhammad Surahman, Bupati berpesan agar sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan insan pers, terus dijaga serta ditingkatkan.


Peran media online diakui sangat vital dalam mengawal pembangunan daerah dan menyajikan informasi yang edukatif serta berimbang bagi masyarakat.


Acara syukuran HUT ke-8 IWO Soppeng ini berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, aparatur penegak hukum, TNI, dinas terkait, tokoh pendidikan, hingga elemen masyarakat sipil.


Daftar Tokoh dan Tamu Undangan yang Hadir. Mewakili Bupati Soppeng, Kasat Pol PP & PMK / Plt. Kesbangpol Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si., Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H diwakili Wakapolres Kompol Tamar, S.Sos., Kasi Humas AKP Husain, dan Kasat Narkoba AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M. Dandim 1423/ Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto.di wakili Kapten Rusdi beserta jajaran personel. Kodim 1423/Soppeng. Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng Sulta D. Sitohang, S.H., M.H.. Diwakili Kepala Subseksi Intelijen, Syarwan Alfan A. Tahir. Kadis Kominfo Drs. Kanaruddin, Kepala MAN 1 Soppeng Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., Kabid Kominfo Sopian, serta para ketua organisasi pers PWI, JOIN, JMSI, FKJ serta perwakilan Komunitas Warkop Olleng.


Momentum peringatan ulang tahun ini mempertegas komitmen IWO Soppeng untuk tetap menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah daerah dalam mengawal keterbukaan informasi publik.. (***)

Published Hawaya 💙

Kejutan Tumpeng Bank Sulselbar Semarakkan HUT ke-8 IWO Soppeng


SULSELKINI.COM SOPPENG— Bentuk kemitraan dan keakraban antara dunia perbankan dengan insan pers kembali terlihat manis di Kabupaten Soppeng. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng yang ke-8, pada Selasa (25/8/2026) pimpinan dan jajaran Bank Sulselbar Cabang Soppeng memberikan kejutan hangat berupa hantaran tumpeng sebagai bentuk apresiasi dan ucapan selamat.


Kejutan spesial tersebut dikirimkan langsung oleh Andi Yusri Nur Alam yang akrab disapa Andi Riri, melalui perwakilan karyawannya. Kehadiran utusan Bank Sulselbar ini disambut penuh kekeluargaan oleh para pengurus dan anggota IWO Soppeng.


"Selamat ulang tahun yang ke-8 untuk IWO Soppeng. Semoga IWO semakin solid, profesional, dan terus menjadi pilar penyaji informasi yang akurat serta mengedukasi masyarakat," ujar perwakilan karyawan menyampaikan pesan dari Andi Riri.


Ketua IWO Soppeng, Andi Mull Makmun, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh manajemen Bank Sulselbar. Menurutnya, gesture ini menegaskan kuatnya tali silaturahmi yang selama ini terjalin.


"Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Bank Sulselbar Cabang Soppeng, khususnya di bawah kepemimpinan Andi Yusri Nur Alam. Kehadiran dan perhatian ini sangat bermakna bagi keluarga besar IWO Soppeng," ungkap Andi Mull.


Ia menambahkan bahwa peran media dan lembaga keuangan daerah seperti Bank Sulselbar memiliki keterkaitan erat dalam mendorong kemajuan daerah. 


Sinergitas yang harmonis antara insan pers dan pimpinan Bank Sulselbar diharapkan terus berlanjut demi mendukung keterbukaan informasi publik dan percepatan pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Sampai berita ini ditayangkan Hut ke-8 IWO Soppeng masih berlangsung dengan meriah. 
(***)

HAWAYA 💙
© Copyright 2019 SULSELKINI.COM | REFERENSI BERITA TERPERCAYA | All Right Reserved